Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei mendatang, harga hewan ternak di Pasar Hewan Jetis, Ponorogo, mulai mengalami kenaikan. Tingginya permintaan masyarakat terhadap hewan kurban disebut menjadi faktor utama melonjaknya harga sapi.
Pedagang ternak asal Trenggalek, Ahmad Saiful Wahid, mengatakan pekan ini diperkirakan menjadi puncak transaksi penjualan hewan kurban. Tiga ekor sapi yang dibawanya ke Pasar Hewan Jetis bahkan langsung habis terjual dalam waktu singkat.
“Permintaan sapi kurban tahun ini lebih ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ahmad Saiful.
Ia menjelaskan, pada momen Iduladha tahun lalu dirinya mampu menjual sekitar 50 ekor sapi. Sedangkan tahun ini, dalam kurun satu bulan terakhir, penjualan sudah mencapai 60 ekor dan diperkirakan masih terus bertambah hingga mendekati hari raya.
Baca juga : Dua Kebakaran Terjadi dalam Semalam di Kabupaten Kediri, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Menurutnya, meningkatnya kemampuan ekonomi masyarakat membuat banyak kelompok arisan maupun organisasi lebih memilih sapi sebagai hewan kurban bersama.
“Sekarang banyak kelompok arisan dan organisasi yang memilih sapi dibanding kambing untuk kurban,” katanya.
Lonjakan permintaan tersebut turut berdampak pada harga jual sapi. Untuk sapi dengan bobot sekitar setengah ton, harga saat ini mencapai Rp29 juta per ekor. Sedangkan sapi ukuran sedang dijual dengan kisaran Rp23 juta hingga Rp25 juta.
Harga tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta dibandingkan satu bulan sebelumnya. Kenaikan harga diprediksi masih akan berlanjut hingga mendekati Iduladha.
“Ada pembeli yang sengaja membeli mendekati hari H agar tidak repot merawat sapi. Tapi ada juga yang memilih membeli lebih awal karena harga masih lebih murah,” tambahnya.
Sementara itu, kondisi berbeda justru terjadi pada penjualan kambing. Pedagang asal Kecamatan Sawoo, Sukrianto, mengaku minat masyarakat terhadap kambing kurban cenderung menurun meski harga masih berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor.
Baca juga : Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Siapkan Ratusan Juru Sembelih Halal Bersertifikat
Menurutnya, melimpahnya pasokan kambing dari dalam maupun luar daerah membuat penjualan kambing tidak seramai penjualan sapi.
“Kalau kambing banyak yang belum laku karena stoknya cukup melimpah, termasuk kiriman dari luar daerah,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin






