Jombang, LINGKARWILIS.COM – Rangkaian ibadah haji jamaah asal Kabupaten Jombang terus berlangsung lancar. Setelah menjalani wukuf di Arafah, jamaah yang tergabung dalam Kloter 60 hingga 63 kini melaksanakan prosesi lontar jumrah di Mina selama hari-hari tasyrik.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jombang, Ilham Rohim mengatakan, secara umum kondisi jamaah dalam keadaan baik dan mampu mengikuti seluruh tahapan ibadah wajib tersebut.
“Secara umum jamaah dalam kondisi sehat dan dapat menjalankan lontar jumrah sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar Ilham saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, prosesi lontar jumrah dimulai sejak 11 Dzulhijjah dan berlangsung hingga 13 Dzulhijjah. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Mina, jamaah secara bertahap kembali ke Makkah untuk melaksanakan tawaf ifadah, sa’i, serta tahallul tsani.
Baca juga : Kinerja APBN Kediri Raya Tumbuh Positif, Penerimaan Negara Tembus Rp2,67 Triliun hingga April 2026
Menurut Ilham, jamaah yang memilih skema nafar awal meninggalkan Mina pada 12 Dzulhijjah setelah menyelesaikan lontar jumrah. Sedangkan jamaah nafar tsani tetap berada di Mina hingga seluruh rangkaian hari tasyrik selesai.
“Untuk jamaah nafar tsani dijadwalkan keluar dari Mina pada siang hari setelah seluruh proses lontar jumrah selesai dilaksanakan,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara dari Kloter 63, sebanyak 379 jamaah telah mengikuti lontar jumrah aqabah maupun jumrah pada hari tasyrik. Selain itu, ratusan jamaah juga telah menyelesaikan tahallul awal, sementara sebagian lainnya sudah menuntaskan tawaf ifadah dan sa’i di Masjidil Haram.
Dari total jamaah tersebut, sebanyak 120 orang memilih nafar awal, sedangkan 239 jamaah menjalani nafar tsani.
“Dari jumlah itu terdapat satu jamaah yang menjalani badal haji karena kondisi tertentu,” ungkapnya.
Baca juga : DPC PDI Perjuangan Jombang Salurkan Hewan Kurban, Tokoh Masyarakat Apresiasi Kepedulian Partai
Petugas haji, lanjut Ilham, terus memberikan perhatian khusus kepada jamaah lanjut usia (lansia) serta jamaah dengan risiko kesehatan tinggi selama berada di Mina.
Pendampingan dilakukan oleh tenaga kesehatan, ketua rombongan, hingga ketua regu guna memastikan jamaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
“Bagi jamaah yang tidak memungkinkan mengikuti lontar jumrah secara langsung karena kondisi kesehatan, pelaksanaannya dapat diwakilkan melalui koordinasi dengan petugas kloter,” terangnya.
Sebelumnya, empat kloter jamaah haji asal Jombang telah diberangkatkan menuju Arafah untuk menjalani wukuf. Namun satu jamaah dari Kloter 63 diketahui tidak dapat mengikuti keberangkatan karena masih menjalani perawatan medis.
Setelah seluruh rangkaian ibadah di Mina selesai, jamaah haji asal Jombang dijadwalkan kembali ke Makkah untuk melanjutkan tahapan ibadah sebelum nantinya memasuki agenda pemulangan ke Tanah Air.***
Reporter : Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





