LINGKARWILIS.COM – Prestasi membanggakan di kancah Internasional kembali diraih oleh insan perfilman Tanah Air.
Film Mothernet berhasil masuk dalam nominasi Busan International Film Festival dalam kategori βVision Asiaβ.
Mothernet ini merupakan film hasil kolaborasi dengan tim produksi dari luar negeri yang menampilkan sisi sinematik film yang berbeda.
Berikut adalah beberapa fakta menarik dari film Mothernet yang dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman, Dian Sastrowardoyo dan Ali Fikry ini.
Suara Iqbal Ramadhan yang Berbeda Jadi Sorotan Netizen: Main Film Aja Bro!Β
5 Fakta Menarik Film Mothernet
1. Alur Cerita Sesuai dengan Kehidupan Masyarakat Indonesia
Film ini merupakan sebuah drama keluarga dengan latar belakang teknologi dan juga isu perubahan iklim.
Film ini mengisahkan tentang perjalanan Rama (Ali Fikry) yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah ibunya (Dian Sastrowardoyo) mengalami kecelakaan tragis.
Rama dan ayahnya (Ringgo Agus Rahman) memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menghadirkan sosok ibu dan mengurus rumah tangga mereka.
2. Ringgo Agus Rahman Beradu Akting dengan Dian Sastrowardoyo
Film produksi BASE Entertainment ini mempertemukan dua artis hebat Indonesia, yakni Ringgo Agus Rahman dan Dian Sastrowardoyo.
Usai bermain di Gadis Kretek dengan karakter wanita yang kuat, kini Dian Sastro harus memerankan karakter seorang ibu.
Sementara Ringgo Agus yang sukses memerankan karakter Abah di film Keluarga Cemara, di film kali ini ia juga kembali dipercaya memerankan karakter bapak.
Sedang Ali yang mulai dikenal usai bermain di film film 24 Jam Bersama Gaspar, di film ini ia harus membawakan karakter remaja bernama Rama.
3. Hasil Kolaborasi Internasional
Film ini merupakan garapan dari Wi Ding Ho, sutradara asal Malaysia yang berbasis di Taiwan.
Ia sebelumnya juga meraih penghargaan sebagai Sutradara Baru Terbaik di Golden Horse Awards 2010 lewat karya debutnya yang berjudul Pinoy Sunday.
Wi Ding Ho tercatat juga pernah menjadi sutradara dari film Cities of Last Things yang sukses meraih sejumlah penghargaan.
Cities of Last Things juga berhasil meraih penghargaan di Platform Prize yang merupakan penghargaan untuk film dengan nilai artistik yang tinggi.
4. Menggunakan Teknologi Baru
Film ini merupakan hasil produksi bersama pertama antara BASE dengan Refinery Media.
Film ini juga akan memanfaatkan teknologi mutakhir di X3D Studio milik Refinery yang baru saja diluncurkan.
5. Tayang di Tahun 2025
Film yang diproduksi pada tahun 2024 ini dijadwalkan tayang di tahun 2025. Setelah tayang, film ini akan menjadi perwakilan Indonesia di ajang Busan International Film Festival (BIFF) 2025.
Itulah beberapa fakta menarik dari film Mothernet yang menjadi wakil Indonesia di ajang Busan International Film Festival (BIFF) 2025.
Penulis: Rafika Pungki Wilujeng
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





