JOMBANG, LINGKARWILIS.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mencatat ratusan kejadian bencana sepanjang tahun 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa bencana terjadi hampir sepanjang tahun, dengan intensitas tertinggi tercatat pada awal tahun.
Berdasarkan data rekap BPBD Jombang hingga awal Desember 2025, bulan Januari menjadi periode paling rawan dengan jumlah kejadian mencapai 122 peristiwa. Dari angka tersebut, banjir menjadi bencana yang paling mendominasi dengan total 61 kejadian.
Selain banjir, BPBD juga mencatat kategori kejadian lain, seperti evakuasi jenazah serta penanganan hewan berbahaya dan berbisa, yang jumlahnya mencapai 50 kejadian sepanjang Januari.
Memasuki Februari hingga April, frekuensi kejadian bencana masih tergolong tinggi. Pada Februari tercatat 72 kejadian, disusul Maret sebanyak 68 kejadian, dan April meningkat menjadi 75 kejadian. Angin kencang turut menjadi bencana yang cukup sering terjadi, khususnya pada Februari dengan delapan laporan kejadian.
Baca juga : Harga Gabah di Jombang Bertahan Rp7.000–Rp7.200 per Kilogram, Puncak Panen Diprediksi Januari 2026
Sementara itu, pada pertengahan hingga penghujung tahun, jumlah kejadian bencana menunjukkan pola fluktuatif. Bulan September tercatat sebagai periode dengan jumlah kejadian tertinggi kedua setelah Januari, yakni sebanyak 78 kejadian.
Pada periode tersebut, kebakaran hutan dan lahan mulai mengalami peningkatan dengan total 12 kejadian. Selain itu, kebakaran permukiman dan tempat usaha juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, melalui Supervisor BPBD Jombang, Stevy Maria, menyampaikan bahwa tingginya angka kejadian bencana dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem serta aktivitas masyarakat.
“Banjir masih menjadi bencana yang paling dominan, terutama pada awal tahun akibat curah hujan tinggi. Sedangkan saat musim kemarau, kami mencatat peningkatan kasus kebakaran, baik di permukiman maupun kawasan hutan dan lahan,” ujar Stevy, Minggu (4/1).
Baca juga : Pemkab Jombang Bersama Kodim 0814 Tanam Tebu Perdana, Perkuat Target Swasembada Gula 2028
Ia menambahkan, BPBD Jombang terus memperkuat langkah kesiapsiagaan melalui peningkatan koordinasi lintas sektor, kesiapan personel, serta edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada, memahami potensi risiko bencana di lingkungan masing-masing, serta segera melaporkan kondisi darurat agar dapat segera ditangani,” pungkasnya.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





