Iseng Pakai Borgol Temuan Sekolah, Pelajar SMK di Ponorogo Minta Bantuan Damkar Lepaskan Kunci Tangan

Iseng Pakai Borgol Temuan Sekolah, Pelajar SMK di Ponorogo Minta Bantuan Damkar Lepaskan Kunci Tangan
Anggota Damkar Ponorogo daat melakukan evakuasi terhadap remaja yang terborgol (Sony)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Aksi iseng seorang pelajar SMK di Kabupaten Ponorogo berakhir dengan permintaan bantuan kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). Seorang remaja bernama Ilham Maulana terpaksa mendatangi Markas Komando (Mako) Damkar setelah borgol yang dipakainya saat bermain tidak bisa dilepas karena tidak memiliki kunci.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (16/7/2026). Ilham datang ke Mako Damkar bersama sejumlah temannya untuk meminta bantuan melepaskan borgol yang masih mengunci pergelangan tangannya.

Berdasarkan keterangan yang diterima petugas, borgol tersebut ditemukan di lingkungan sekolah. Ilham kemudian membawanya pulang dan mencoba memakainya saat bermain bersama teman-temannya. Mereka baru menyadari borgol itu tidak dapat dilepas karena kuncinya tidak ada.

“Borgol itu ditemukan di sekolah lalu dibawa pulang. Dipakai bermain bersama teman-temannya. Kemungkinan mereka tidak mengetahui bahwa untuk membukanya diperlukan kunci khusus, sementara kuncinya tidak ada,” ujar Bambang, Jumat (17/7/2026).

Baca juga :Β Ratusan Kera Turun ke Pasar Ngebel Ponorogo, Pedagang Diimbau Amankan Dagangan

Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas Damkar melakukan evakuasi dengan memotong borgol menggunakan gerinda. Proses pelepasan berlangsung sekitar 15 menit dan dilakukan secara hati-hati agar tidak melukai tangan pelajar tersebut.

“Kurang lebih 15 menit selesai. Borgol kami potong menggunakan gerinda,” jelasnya.

Beruntung, posisi borgol tidak terlalu ketat sehingga tidak menyebabkan luka maupun cedera pada pergelangan tangan Ilham.

Bambang mengungkapkan, penanganan pelepasan borgol merupakan pengalaman pertama bagi Damkar Ponorogo. Selama ini, laporan penyelamatan yang paling sering diterima berkaitan dengan cincin yang tersangkut di jari warga.

Baca juga :Β Pemkab Kediri Siapkan Beasiswa S1 bagi 100 Guru PAUD/TK Berprestasi

“Kalau melepas borgol baru pertama kali kami tangani. Biasanya yang paling sering adalah melepas cincin yang tidak bisa dilepas dari jari. Beberapa bulan terakhir juga tidak ada kejadian yang aneh-aneh,” pungkasnya.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *