Ponorogo, LINGKARWILIS.COM β Ratusan kera ekor panjang kembali terlihat berkeliaran di kawasan Pasar Ngebel, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Kamis (16/7/2026). Kawanan satwa liar yang berasal dari kawasan hutan Pegunungan Wilis itu turun ke permukiman dan pasar untuk mencari makanan.
Fenomena tersebut bukan hal baru bagi masyarakat setempat. Saat memasuki musim kemarau, kemunculan kawanan kera biasanya semakin sering karena ketersediaan pakan alami di dalam hutan mulai berkurang.
Salah seorang warga, Kepri, mengatakan kawanan kera datang secara berkelompok dan menyisir area pasar yang masih menyisakan makanan atau dagangan yang tidak tertutup.
“Kalau lapar pasti turun. Datangnya bergerombol, jumlahnya bisa lebih dari ratusan ekor,” ujar Kepri.
Menurutnya, keberadaan kawanan kera sejauh ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pedagang. Namun, makanan atau barang dagangan yang dibiarkan terbuka sering menjadi sasaran.
Baca juga :Β KAI Daop 7 Madiun Tutup Satu Lagi Perlintasan Sebidang di Kediri, Upaya Tekan Risiko Kecelakaan
“Biasanya mereka mencari sisa makanan. Kalau ada dagangan yang tidak ditutup atau ditinggal, ya diambil,” katanya.
Ia menambahkan, hingga kini belum pernah ada laporan mengenai serangan kera terhadap warga maupun pengunjung pasar. Karena itu, pedagang cukup diminta lebih waspada dengan menyimpan atau menutup makanan agar tidak mudah dijangkau satwa tersebut.
“Kalau makanannya tidak terlihat atau dijaga, mereka juga tidak mengganggu,” tambahnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Kasno. Menurutnya, kawanan kera hampir setiap hari turun dari hutan, terutama pada musim kemarau.
“Hampir tiap hari turun. Selama ini cuma cari makan, tidak pernah mengganggu pedagang,” ujarnya.
Baca juga :Β Sebanyak 505 Anak di Jatim Terima Penetapan Wali Serentak, Kabupaten Kediri Perkuat Perlindungan Hukum Anak
Warga berharap masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan dan tidak memberikan makanan secara langsung kepada kawanan kera agar satwa liar tersebut tidak semakin bergantung pada sumber makanan di kawasan pasar.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin





