JOMBANG β Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Terpadu selama sepekan, mulai 13 hingga 18 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Masjid Budi Luhur, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, itu diikuti sekitar 1.600 peserta didik baru dari jenjang SMP, SMA, dan SMK.
MPLS tahun ini tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter melalui kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur, Korem Mojokerto, dan Kejaksaan Negeri Jombang.
Humas Yayasan Pendidikan Budi Utomo, Toto Raharjo, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membekali para siswa dengan wawasan kebangsaan, kesadaran hukum, serta pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan perundungan sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
Baca juga :Β Jombang Siap Sukseskan Muktamar NU ke-35, Bupati Warsubi : Kehormatan Besar bagi Kota Santri
“Alhamdulillah, tahun ini kami menghadirkan narasumber dari BNN Provinsi Jawa Timur, kemudian dilanjutkan materi dari Korem Mojokerto dan Kejaksaan Negeri Jombang sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Toto, masing-masing instansi menyampaikan materi sesuai bidangnya. BNN Provinsi Jawa Timur memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, Korem Mojokerto membekali siswa dengan materi bela negara dan wawasan kebangsaan, sedangkan Kejaksaan Negeri Jombang mengulas pencegahan bullying dari sisi hukum beserta dampak sosial dan psikologisnya.
Ia berharap pembekalan tersebut mampu membentuk karakter siswa yang berintegritas, cinta tanah air, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba maupun perundungan.
“Harapan kami, anak-anak tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, memiliki rasa cinta tanah air, serta memahami dampak bullying sehingga lingkungan sekolah benar-benar bebas dari perundungan,” katanya.
Baca juga :Β MPLS SDN Banjaran 5 Kediri Tanamkan Budaya Anti-Bullying, Penutupan Tampilkan Pentas Bakat Siswa Baru
Sebanyak 1.600 siswa baru yang mengikuti MPLS terdiri atas 300 siswa SMP kelas VII, 600 siswa SMA kelas X, dan 700 siswa SMK kelas X. Dengan tambahan peserta didik tersebut, total siswa di lingkungan Yayasan Pendidikan Budi Utomo pada tahun 2026 mencapai sekitar 6.200 orang.
Untuk memberikan kesempatan kepada wali murid mengikuti jalannya kegiatan, panitia juga menyediakan layanan Zoom Meeting, sehingga orang tua dapat menyaksikan materi MPLS secara daring dari rumah.
Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan BNN Provinsi Jawa Timur, Suyud P. Sunoto, mengapresiasi komitmen Yayasan Pendidikan Budi Utomo dalam memberikan edukasi pencegahan narkoba kepada pelajar sejak awal masa pendidikan.
Menurutnya, pembekalan sejak dini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika sebagai bagian dari persiapan menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena edukasi mengenai bahaya narkoba sangat penting diberikan kepada remaja sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Ia juga menilai antusiasme peserta sangat tinggi selama sesi berlangsung. Para siswa aktif mengikuti diskusi dan berlomba menjawab berbagai pertanyaan mengenai narkotika yang disampaikan narasumber.
BNN Provinsi Jawa Timur berharap pemahaman yang diberikan selama MPLS dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk menjauhi narkoba, membangun karakter positif, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan.***
Reporter : Taufiq Rahcman
Editor : Hadiyin





