Sebanyak 630 Remaja di Tulungagung Terinfeksi HIV/AIDS, KPA Gencarkan Edukasi Saat MPLS 2026

630 Remaja di Tulungagung Terinfeksi HIV/AIDS, KPA Gencarkan Edukasi Saat MPLS 2026
KPA Tulungagung saat memberikan edukasi terkait HIV/AIDS kepada remaja selama pelaksanaan MPLS 2026 (Isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tulungagung meningkatkan upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS di kalangan remaja melalui kegiatan edukasi yang digelar selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026. Langkah ini dilakukan menyusul masih tingginya jumlah remaja yang tercatat terinfeksi HIV/AIDS di wilayah tersebut.

Sekretaris KPA Tulungagung, Ifada Nur Rohmania, mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, hingga tahun 2026 terdapat 630 remaja yang terinfeksi HIV/AIDS. Angka tersebut setara dengan sekitar 13,88 persen dari total 4.540 kasus HIV/AIDS yang tercatat di Kabupaten Tulungagung.

Menurutnya, mayoritas penderita berasal dari kelompok usia 16 hingga 19 tahun, sehingga diperlukan langkah pencegahan yang lebih intensif melalui edukasi kepada para pelajar.

“Karena itu, edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS perlu terus dilakukan, termasuk mengajak remaja menghindari perilaku seks bebas serta menjaga privasi tubuh,” ujar Ifada, Selasa (14/7/2026).

Baca juga :Β Demi Pertahankan Sekolah, Guru SDN 2 Plandaan Tulungagung Sisihkan Gaji untuk Fasilitas Siswa Baru

Ia menjelaskan, edukasi tersebut juga bertujuan memberikan pemahaman yang benar kepada remaja agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai konten di media sosial yang berpotensi menormalisasi perilaku berisiko.

Sebagai bagian dari program pencegahan, KPA Tulungagung menggandeng sejumlah sekolah untuk memberikan penyuluhan selama pelaksanaan MPLS 2026. Materi yang disampaikan meliputi pencegahan HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, hingga penguatan kontrol diri.

“Kami bekerja sama dengan beberapa sekolah untuk memberikan edukasi mengenai HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, dan pentingnya kontrol diri kepada para peserta MPLS,” katanya.

Ifada menambahkan, pada hari pertama MPLS, Senin (13/7/2026), kegiatan edukasi dilaksanakan di SMAN 1 Campurdarat dengan melibatkan sekitar 300 siswa baru. Selanjutnya, Selasa (14/7/2026), penyuluhan diberikan kepada sekitar 840 peserta didik baru di SMKN 1 Boyolangu.

Baca juga :Β Kakorbinmas Baharkam Polri Tinjau Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Kediri

Dengan demikian, dalam dua hari pelaksanaan MPLS, sebanyak 1.140 siswa baru tingkat SMA dan SMK telah menerima edukasi terkait pencegahan HIV/AIDS.

KPA Tulungagung berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi sekaligus menekan angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tulungagung, khususnya pada kelompok usia muda.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *