Tulungagung, LINGKARWILIS.COM β Para guru di SD Negeri 2 Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, terus berupaya mempertahankan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di tengah minimnya jumlah peserta didik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyisihkan sebagian gaji untuk membantu memenuhi kebutuhan siswa baru.
Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Komariah, mengatakan jumlah peserta didik di sekolah tersebut terus mengalami penurunan sejak 2017. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah hanya menerima dua siswa baru sehingga total peserta didik yang kini belajar di SDN 2 Plandaan berjumlah 16 orang.
Meski jumlah siswa terus menyusut, para guru tetap berupaya agar setiap tahun sekolah masih memperoleh peserta didik baru. Bahkan, selama enam tahun terakhir, jumlah siswa di setiap kelas tidak pernah melebihi lima orang.
“Mulai kelas 1 hingga kelas 3, siswa kami di setiap kelasnya hanya dua orang. Kalau kelas 4 sedikit lebih banyak yakni empat orang, sedangkan kelas 5 dan 6 hanya tiga orang,” ujar Siti Komariah, Senin (13/7/2026).
Baca juga :Β Koramil 0809/02 Pesantren Beri Pembekalan Disiplin dan Wawasan Kebangsaan kepada 300 Siswa Baru SMPN 9 Kediri
Ia menjelaskan, berbagai upaya dilakukan jauh sebelum pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sekitar empat bulan sebelum pendaftaran dibuka, para guru mendatangi sejumlah taman kanak-kanak (TK) di sekitar sekolah untuk mendata calon peserta didik yang tinggal di dekat SDN 2 Plandaan.
Setelah itu, guru-guru mendatangi rumah calon siswa secara langsung untuk memberikan informasi sekaligus mengajak orang tua agar menyekolahkan anaknya di SDN 2 Plandaan. Upaya tersebut rutin dilakukan setiap tahun meski hasilnya belum mampu meningkatkan jumlah peserta didik secara signifikan.
“Kami sudah door to door ke rumah warga dan mencari lulusan TK. Awalnya sempat ada empat anak yang mau daftar, tapi satu sebelum penutupan SPMB ternyata hanya ada dua murid yang daftar,” ungkapnya.
Selain melakukan sosialisasi secara langsung, para guru juga mengumpulkan iuran dari sebagian penghasilan mereka untuk menyediakan berbagai perlengkapan sekolah bagi siswa baru. Bantuan yang diberikan meliputi seragam lengkap, sepatu, buku, hingga alat tulis dengan nilai sekitar Rp450 ribu untuk setiap peserta didik.
Baca juga :Β Kakorbinmas Baharkam Polri Tinjau Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Kediri
Tak hanya itu, guru-guru juga memberikan perhatian kepada siswa dari keluarga kurang mampu dengan memberikan uang saku agar mereka dapat membeli makanan ringan di sekolah. Dana tersebut berasal dari iuran sukarela para guru sebesar Rp200 ribu setiap bulan.
“Kami tidak ingin sekolah ini dimerger. Harapan kami sekolah tetap berdiri dan terus mendapat siswa,” pungkas Siti.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin




