Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah di Tulungagung Meningkat, Omzet Justru Menurun

Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah di Tulungagung Meningkat, Omzet Justru Menurun
Masyarakat di Tulungagung saat berburu seragam baru di toko Lancar Jaya untuk mempersiapkan tahun ajaran baru 2026/2027 (isal)
Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, sejumlah toko seragam sekolah di Kabupaten Tulungagung mulai dipadati pembeli. Peningkatan permintaan bahkan mencapai dua kali lipat dibandingkan hari biasa, terutama untuk seragam jenjang sekolah dasar (SD).

Pemilik Toko Seragam Lancar Jaya, Moh. Fahrudin, mengatakan lonjakan pembelian mulai terlihat sejak sepekan terakhir. Masyarakat datang untuk melengkapi kebutuhan seragam bagi siswa mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA.

“Alhamdulillah sejak minggu lalu pembeli mulai ramai untuk semua jenis seragam. Namun, yang paling banyak dicari adalah seragam SD,” ujar Fahrudin, Kamis (9/7/2026).

Baca juga : Mohamad Syafiq Amrulhuda, Atlet Tarung Derajat Andalan Kabupaten Kediri Bidik Prestasi di Porprov Jatim 2027

Menurutnya, penjualan seragam SD mengalami kenaikan hingga 100 persen dibandingkan hari biasa. Sementara itu, permintaan seragam SMP dan SMA meningkat sekitar 40 hingga 50 persen.

Pada hari-hari normal, tokonya hanya mampu menjual sekitar 10 hingga 15 pasang seragam setiap hari. Namun selama sepekan terakhir, angka penjualan meningkat menjadi sekitar 60 hingga 70 pasang per hari.

“Kalau seragam SMP dan SMA memang tidak seramai SD. Kemungkinan banyak yang masih menggunakan seragam bekas milik kakak atau saudaranya,” jelasnya.

Meski jumlah pembeli meningkat, Fahrudin mengaku omzet tahun ini justru lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jika pada musim penerimaan siswa baru tahun sebelumnya omzet kotor tokonya mampu mencapai Rp25 juta hingga Rp30 juta, tahun ini pendapatan hanya berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Baca juga : KONI Kabupaten Kediri Bidik Masuk Lima Besar pada Porprov Jatim XI 2027

Ia menilai penurunan omzet dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Banyak pembeli memilih berhemat dengan hanya membeli sebagian perlengkapan sekolah atau memanfaatkan seragam yang masih layak pakai.

“Tahun ini kondisi ekonomi memang kurang baik. Banyak pelanggan hanya membeli atasan saja atau menggunakan kembali seragam milik kakaknya,” pungkasnya.***

Reporter : Sholeh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *