Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia setelah diduga tertemper Kereta Api (KA) Brawijaya di jalur rel Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Selasa (7/7/2026) dini hari. Hingga kini, polisi masih berupaya mengungkap identitas korban.
Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto, mengatakan peristiwa bermula sekitar pukul 01.41 WIB saat petugas penjaga perlintasan melihat seorang pria berjalan di atas rel kereta dari arah barat menuju timur, tepatnya dari JPL 223 menuju JPL 222.
Petugas sempat memberikan peringatan agar korban segera meninggalkan jalur rel. Namun, teguran tersebut tidak dihiraukan. Penjaga perlintasan kemudian meminta petugas di JPL 222 untuk memantau pergerakan korban melalui kamera pengawas (CCTV).
“Korban sudah diperingatkan oleh petugas, namun tidak mengindahkan. Setelah beberapa saat, keberadaannya juga sudah tidak terpantau,” ujar AKP Kasianto, Selasa (7/7/2026).
Baca juga : Konsumsi Miras, Seorang Pemuda di Kediri Cabuli Anak di Bawah Umur, Akhirnya Ditangkap Polisi
Tak lama kemudian, Pusat Pengendalian Operasi (PUSDAL) PT KAI menginformasikan adanya kecelakaan kereta api di wilayah Desa Buntaran. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Stasiun Rejotangan bersama petugas jaga perlintasan langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan seorang pria tanpa identitas dalam kondisi meninggal dunia setelah diduga tertemper KA Brawijaya Nomor 38 relasi Gambir–Malang.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Rejotangan sekitar pukul 02.30 WIB. Polisi bersama Tim Inafis Polres Tulungagung segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Saat petugas tiba di lokasi, korban sudah dipastikan meninggal dunia dan tidak ditemukan identitas apa pun di sekitar tempat kejadian,” jelas Kasianto.
Baca juga : Gertek 2026 Digelar di Kediri, Mas Dhito Kenalkan Teknologi Pertanian Modern kepada Ribuan Petani
Dalam proses olah TKP, polisi mengamankan barang bukti berupa sobekan kaus berwarna hitam yang diduga dikenakan korban saat kejadian.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses identifikasi.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel kereta api selain untuk kepentingan yang diperbolehkan. Masyarakat juga diminta mematuhi seluruh aturan keselamatan di kawasan perkeretaapian guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa.
“Tim Inafis Polres Tulungagung masih melakukan penelusuran identitas korban. Kami juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melapor kepada pihak kepolisian,” pungkas AKP Kasianto.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri





