Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Pahlawan Nasional sekaligus tokoh pergerakan H.O.S Tjokroaminoto yang berasal dari Ponorogo rencananya akan diusulkan dibuatkan patung sebagai bentuk penghargaan atas kiprah dan perjuangannya.
Selain dikenal lahir di Ponorogo, Tjokroaminoto juga masih memiliki garis keturunan dengan Kyai Ageng Muhammad Besari, ulama besar sekaligus pendiri Pesantren Tegalsari, Jetis, Ponorogo.
Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menilai sosok Tjokroaminoto sangat layak memperoleh penghormatan khusus. Menurutnya, selain dikenal sebagai pemikir dan pendidik besar, ia juga merupakan guru dari Presiden pertama RI, Soekarno.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa Tjokroaminoto juga memiliki hubungan darah dengan sejumlah tokoh penting Ponorogo, mulai dari kalangan ulama hingga bupati.
Baca juga : Ketoprak Seniman Kediri Meriahkan HUT ke-80 RI
“Sebagai pejuang, pemikir, dan pendidik, masyarakat Ponorogo patut berbangga memiliki sosok H.O.S Tjokroaminoto,” ujar Dwi Agus.
Pria yang akrab disapa Kang Wi itu menyampaikan rencana pengusulan pembangunan patung Tjokroaminoto di pusat kota, tepatnya di kawasan Jalan HOS Cokroaminoto Ponorogo.
“Patung ini diharapkan bisa menjadi simbol kebanggaan sekaligus bentuk apresiasi atas jasa beliau. Mudah-mudahan segera dibahas dan diwujudkan,” tambahnya.
Lebih jauh, Dwi Agus menyebut keberadaan patung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengingat sejarah, namun juga sarana edukasi bagi generasi muda. Patung itu nantinya berpotensi menjadi daya tarik baru wisata sejarah di Ponorogo.
Baca juga : Kirab Budaya Desa Kanyoran, Kabupaten Kediri, Gema Nasionalisme di Lereng Gunung Wilis
“Selama ini memang sudah ada jalan yang menggunakan nama HOS Cokro, tetapi dengan hadirnya patung ini, warisan sejarah dari pahlawan yang dijuluki Raja Jawa Tanpa Mahkota akan semakin kuat,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





