Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Kediri terus memperluas implementasi program ATM Beras Mapan, sebuah inovasi bantuan sosial bagi warga berpenghasilan rendah yang digagas oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, Senin (3/11/2025).
Program hasil kolaborasi antara Pemkot Kediri dan Bank Mandiri melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini kini menyasar wilayah Kecamatan Pesantren. Sebanyak lima kelurahan menjadi lokasi pelaksanaan, yakni Tosaren, Singonegaran, Banaran, Tinalan, dan Jamsaren.
Tiga tim relawan dari Dinas Sosial (Dinsos) diterjunkan untuk melakukan penyetelan dan input data penerima manfaat ke mesin ATM Beras di setiap titik. Program ini ditujukan bagi masyarakat dalam kategori desil 1–3, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
Baca juga : Pemkot Kediri Tinjau Lokasi Pengembangan Urban Farming di Kecamatan Pesantren
Kasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Sosial Kelurahan Tosaren, Suryawan, menyebutkan bahwa di wilayahnya terdapat sekitar 140 penerima manfaat yang akan memperoleh beras premium sebanyak 5 liter setiap bulan.
“Mesin ATM Beras ini memiliki kapasitas 240 liter dan dapat melayani hingga 48 penerima manfaat dalam satu kali pengisian,” jelasnya.
Sementara itu, Hafi, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pesantren, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan tahap persiapan sebelum peluncuran resmi oleh Wali Kota Kediri.
“Hari ini dilakukan penyetelan dan uji coba di lima lokasi. Data penerima diambil dari desil 1–3 agar benar-benar tepat sasaran dan membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Baca juga : Awal Desember 2025, Fly Eagle Akan Layani Penerbangan Langsung Kediri–Jeddah
Melalui program ATM Beras Mapan, Pemkot Kediri berharap dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat, sekaligus menghadirkan sistem penyaluran bantuan yang modern, efisien, dan transparan.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





