Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama sejumlah unsur pemerintahan daerah melakukan survei lapangan untuk pengembangan program urban farming di wilayah Kecamatan Pesantren, Senin (3/11/2025).
Kegiatan ini dipimpin Asisten I Pemerintahan Kota Kediri, Samsul Bahri, yang turut didampingi Kepala DKPP Un Ahmad, Staf Ahli Zachri Ahmad, Camat Pesantren Yudi Kuncoro, dan Lurah Tosaren Joko Prayitno, SE.
Samsul Bahri menjelaskan, peninjauan ini bertujuan menentukan titik lokasi paling potensial untuk dijadikan proyek percontohan urban farming, sesuai arahan Wali Kota Kediri.
“Hari ini kami meninjau tiga titik di Kecamatan Pesantren, yakni di Kelurahan Banaran, Blabak, dan Tosaren. Dari ketiganya, nanti akan dipilih dua lokasi terbaik untuk dijadikan percontohan awal,” jelasnya.
Baca Awal Desember 2025, Fly Eagle Akan Layani Penerbangan Langsung Kediri–Jeddah
Ia menambahkan, program urban farming ini akan dikembangkan secara bertahap hingga setiap kecamatan memiliki dua titik lokasi.
“Kami mencari lokasi yang strategis, mudah diakses, cukup luas, serta mudah dikelola. Harapannya, proyek percontohan ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Pesantren Yudi Kuncoro menuturkan bahwa kegiatan urban farming di wilayahnya nantinya akan difokuskan pada penanaman padi serta aneka sayuran.
“Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat, sesuai arahan Mbak Wali Kota,” katanya.
Baca juga : Pelatih Persik Kediri Evaluasi Dua Kartu Merah Beruntun
Program urban farming sendiri menjadi salah satu inovasi Pemkot Kediri untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan perkotaan, dengan konsep rumah panggung dan pemanfaatan lahan terbatas secara produktif.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





