Jombang, LINGKARWILIS.COM — Di antara deretan nama jalan nasional di Jombang, terselip nama Brigjen R. Kretarto. Namun, di balik papan nama itu tersimpan kisah heroik seorang komandan yang memimpin barisan rakyat melawan pasukan Belanda pada masa revolusi kemerdekaan 1945–1950.
Sosok yang dikenal dengan panggilan Pak Kret ini menjadi bukti nyata bahwa Jombang turut memberi warna penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Ia bukan sekadar perwira militer, tetapi juga penggerak semangat rakyat di masa genting setelah proklamasi.
Menurut penelusuran sejarawan Jombang, Moch. Faisol, dalam bukunya Jejak Perjuangan Laskar Hizbullah Jombang, Kretarto memulai kiprah militernya sebagai Ketua Badan Keamanan Rakyat (BKR) Jombang. Dari sana, kariernya menanjak hingga diangkat menjadi Komandan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), yang kemudian menjadi cikal bakal TNI.
Baca juga : Ribuan Tiket Persik Kediri vs Persebaya Sudah Tersedia, Bisa Pilih Ekonomi atau VIP
“Pada tahun 1947, ia sudah berpangkat Letnan Kolonel dan dipercaya memimpin Resimen 32 Divisi VI/Narotama,” tulis Faisol.
Pengalaman tempurnya pun tak singkat. Kretarto turut terjun dalam berbagai pertempuran besar melawan Belanda dari Surabaya, Mojokerto, hingga Jombang. Saat pasukan NICA menduduki Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Malang, ia mengambil alih komando pertahanan terakhir di wilayah Jombang.
Puncak perannya terlihat saat Agresi Militer Belanda II. Ketika kekuatan Indonesia melemah dan rencana peledakan Jembatan Ploso gagal, Kretarto tampil sebagai tokoh penting dalam mempertahankan garis perbatasan. Dikenal tak gentar meski menghadapi pasukan yang jauh lebih kuat, ia menjadi simbol keberanian dan keteguhan.
Baca juga : Pelatih Persik Kediri Tekankan Pemain Segera Bangkit Jelang Hadapi Persebaya
Meski dokumentasi perjuangannya tidak banyak ditemukan, jejak pengabdiannya tetap diingat. Pemerintah Kabupaten Jombang mengabadikan namanya dalam dua monumen bersejarah:
-
Monumen Brigjen R. Kretarto di PG Jombang Baru
Monumen ini berdiri di pertigaan Jalan PB Sudirman, utara PG Jombang Baru. Dibangun pada masa Bupati Soewoto Adiwibowo dan diresmikan bertepatan dengan HUT TNI, 5 Oktober 1997. -
Monumen di Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh
Monumen kedua berdiri di Desa Gongseng. Namun, kondisinya kini kurang terawat. “Sudah ada sejak tahun 70-an, tapi catnya memudar dan bangunannya mulai rusak. Sayang kalau dibiarkan, ini peninggalan sejarah penting,” ujar Adit, warga setempat, Selasa (4/11/2025).
Dari catatan di monumen, diketahui Brigjen R. Kretarto lahir di Bandung pada 16 Januari 1913 dan meninggal dunia di Jawa Tengah pada 26 Oktober 1961. Pangkat terakhirnya adalah Brigadir Jenderal dengan jabatan Sekretaris Komando Tertinggi (KOTI).
Kini, melalui nama jalan dan monumen yang berdiri di tanah Jombang, semangat juang Brigjen R. Kretarto tetap hidup. Ia bukan hanya nama di papan jalan, melainkan sosok komandan yang berani bertahan ketika banyak memilih mundur simbol ketangguhan dan dedikasi seorang pejuang sejati dari Jombang.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin






