BLITAR, LINGKARWILIS.COM — Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan genangan air di sejumlah titik rawan.
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, intensitas hujan di wilayah Kota Blitar terpantau cukup tinggi. Menyikapi hal itu, pihaknya mulai melakukan pemetaan kawasan rawan bencana sebagai langkah antisipatif.
“Kami mengimbau warga yang memiliki pohon besar di sekitar rumah agar memangkas dahan atau rantingnya untuk mencegah risiko pohon tumbang saat hujan deras disertai angin,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Baca juga : Patroli Malam di Kawasan SLG Kediri Diperketat, Satpol PP Fokus Cegah Premanisme dan Pelanggaran Ketertiban
Agus menjelaskan, angin kencang dan genangan air menjadi dua ancaman utama yang perlu diwaspadai. Berdasarkan hasil pemetaan, potensi angin kencang paling sering terjadi di wilayah utara Kota Blitar, seperti Kelurahan Ngadirejo (Kepanjenkidul), Kelurahan Rembang (Sananwetan), dan Kelurahan Sukorejo (Sukorejo).
Sementara itu, Kelurahan Sukorejo juga menjadi salah satu wilayah yang rawan genangan air. “Daerah seperti Tanjungsari dan Sumber Udel biasanya hanya mengalami genangan sesaat, dan setelah itu masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.
Agus menambahkan, beberapa ruas jalan yang kerap tergenang air saat hujan deras antara lain Jalan Anggrek, Jalan Kali Brantas, dan Jalan Palem. Namun, genangan tersebut biasanya cepat surut, hanya sekitar satu hingga dua jam.
Baca juga : Disdik Kabupaten Kediri Tinjau Progres Revitalisasi 32 SD Negeri, Target Rampung Akhir 2025
“Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai dan daerah stren lahar sebagai bagian dari upaya mitigasi dini menghadapi musim hujan,” pungkasnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





