Dari Limbah Sungai Menjadi Karya Seni, Catra Hermawan, Perajin Diorama 3D Asal Mojojejer yang Mendunia

Dari Limbah Sungai Menjadi Karya Seni: Catra Hermawan, Perajin Diorama 3D Asal Mojojejer yang Mendunia
Catra Hermawan (38), pengrajin diorama 3D asal Mojojejer, Mojowarno, Jombang, sedang menuntaskan salah satu karyanya. (Foto : Evin)

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Dari luar, rumah di Dusun Mojojejer, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang itu tampak tak berbeda dari bangunan lainnya. Namun begitu pintunya terbuka, tersingkap dunia mini yang menakjubkan—replika kapal, bangunan sejarah, hingga diorama tiga dimensi dengan detail rumit yang dibuat dari bahan-bahan limbah.

Di balik karya-karya tersebut adalah Catra Hermawan (38), perajin kreatif yang berhasil mengangkat sampah sungai menjadi seni bernilai tinggi.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Minat Catra pada dunia kerajinan muncul kembali pada masa pandemi Covid-19. Sebagai karyawan, ia khawatir sewaktu-waktu dirumahkan. Situasi itu membuatnya kembali menggali hobi lama dan mencoba mengolah limbah yang banyak ia temui di sekitar sungai.

“Saya cari kegiatan yang sesuai hobi. Lihat limbah menumpuk di sungai, sayang kalau tidak dimanfaatkan. Saya coba olah, dan hasilnya seperti yang bisa dilihat sekarang,” tuturnya saat ditemui di bengkel kerajinannya, Rabu (26/11/2025).

Baca juga : Masa Pelunasan Bipih Dimulai, 1.172 Calon Haji Jombang Bersiap Selesaikan Pembayaran

Ia memanfaatkan stereofoam bekas kulkas dan televisi, gabus, karton, hingga stik es krim sebagai bahan utama. Dari tangan Catra, bahan-bahan tak terpakai itu berubah menjadi miniatur kapal, diorama sejarah, lampion, hingga kaligrafi yang kini banyak diburu pemesan.

Tema sejarah menjadi favorit, mulai dari masa Majapahit hingga era medieval Eropa. Meski begitu, proses pembuatannya membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tingkat tinggi.

“Paling cepat sepuluh hari. Tapi kalau detail, bisa selesai satu sampai dua tahun. Pernah juga yang baru kelar tiga tahun,” jelasnya.

Kesulitan justru muncul pada ketersediaan bahan baku. Stereofoam yang dulu mudah didapat kini semakin langka. Ia pun harus membeli dari warga yang masih menyimpannya.

Baca juga : Ular Python Tiga Meter Masuk Rumah, Damkar Kabupaten Kediri Lakukan Evakuasi

Karya Catra diminati berbagai kalangan: untuk dekorasi rumah, media edukasi, promosi properti, hingga kebutuhan film. Bahkan sejumlah pesanan datang dari luar negeri, meski harus menyesuaikan standar material tertentu.

Untuk pasar lokal, harganya cukup bervariasi. Karya kecil dibanderol Rp200 ribu–Rp500 ribu, ukuran besar Rp1 juta–Rp2 juta, dan untuk detail tinggi bisa mencapai Rp5 juta–Rp10 juta.

Pendapatan bulanannya bergantung pada jumlah pesanan. “Kalau ramai, bisa tembus Rp20 juta sampai Rp25 juta per bulan,” ungkapnya.

Dari Mojojejer, karya Catra kini tersebar ke berbagai kota, menjadi bukti bahwa kreativitas mampu mengubah limbah tak berguna menjadi seni bernilai tinggi—bahkan hingga dikenal di pasar internasional. ***

Reporter : Agung Pamungkas

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *