KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Upaya penataan di kawasan Jalan Tirtosari, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mulai menunjukkan progres nyata. Sejak Sabtu (29/11/2025), para pedagang kaki lima (PKL) yang menempati sisi jalan tersebut mulai membongkar lapak mereka secara sukarela.
Sebanyak lima lapak dibongkar bertahap, termasuk warung milik Sukadi—akrab disapa Mbah Di—yang sudah berjualan di lokasi itu sejak berakhirnya masa pandemi pada 2021.
Proses penertiban berjalan tertib karena para pedagang menyadari bahwa keberadaan mereka hanya bersifat sementara sebagaimana tercantum dalam kesepakatan awal.
“Warung saya juga ikut terkena penataan. Tapi sejak awal kami sudah paham, karena dalam surat perjanjian disebutkan bisa diminta bongkar sewaktu-waktu. Jadi kami mengikuti aturan dan tidak ada keberatan,” kata Sukadi.
Baca juga : Peringati Usia ke-150 Tahun, RSUD Gambiran Kota Kediri Gelar Khotmil Quran
Saat ini para PKL mulai memindahkan tempat usaha mereka ke arah utara Sumber Bulus. Lokasi tersebut dipilih agar kegiatan jual beli tetap berlangsung, sementara kawasan utama Tirtosari dipersiapkan untuk pembangunan kantor KMP.
Berdasarkan pantauan, pedagang tampak menurunkan atap seng, membongkar rangka lapak, hingga mengevakuasi perlengkapan dagang. Situasi berlangsung tertib tanpa paksaan, menggambarkan kesadaran bersama para PKL untuk mendukung penataan wilayah.
Pemerintah berharap langkah pembongkaran mandiri ini dapat mempercepat proses penataan, menjaga ketertiban, serta meminimalkan dampak terhadap warga sekitar.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





