Kediri, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 107 warga Kelurahan Semampir mulai menerima penyaluran perdana bantuan beras melalui ATM Beras MAPAN (Masyarakat Sejahtera dan Mandiri Pangan) yang resmi dioperasikan pada Senin (1/12/2025) di Gedung Serbaguna Semampir.
Program ini menjadi inovasi baru Pemerintah Kota Kediri dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan bantuan sosial tersalurkan secara akurat dan tepat sasaran melalui sistem yang lebih modern.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Mutakin, menjelaskan bahwa ATM Beras MAPAN telah disiapkan untuk beroperasi di seluruh 46 kelurahan di Kota Kediri. Total penerima manfaat diproyeksikan mencapai sekitar 3.300 warga dari kategori Desil 1 hingga Desil 3.
“ATM ini bukan sekadar alat, tetapi mekanisme agar distribusi lebih tertib, transparan, dan terdata. Penerima hanya perlu melakukan verifikasi identitas. Semoga program ini berjalan berkelanjutan dan semakin meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Baca juga : Jembatan Brawijaya Ditutup 1–3 Desember, Dishub Kediri Minta Pengendara Alihkan Rute
Setiap penerima manfaat mendapatkan jatah 5 liter beras setiap bulan. Khusus Desember 2025, alokasi yang disalurkan menjadi 10 liter karena merupakan gabungan distribusi mulai bulan November.
Imam juga menambahkan bahwa di setiap kelurahan telah disiapkan petugas pendamping untuk membantu warga yang belum terbiasa menggunakan mesin tersebut.
“Jika ada yang kesulitan mengakses ATM, akan kami dampingi. Bila muncul keluhan, silakan lapor. Kami berkomitmen terus menyempurnakan pelayanan,” tegasnya.
Untuk diketahui, launching ATM Beras MAPAN berlangsung meriah dalam rangkaian acara Semampir Semarak. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Kediri Vinanda Prameswarti, Kepala Dinsos Imam Mutakin, unsur Forkopimda, pihak swasta, serta seluruh penerima manfaat.
Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Evakuasi Jasad Anak Tenggelam di Sungai Brantas
Dalam sambutannya, Wali Kota Vinanda Prameswarti menegaskan bahwa layanan ATM Beras MAPAN merupakan upaya nyata pemerintah dalam memperbaiki mekanisme penyaluran bantuan agar lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran.
“Kami ingin bantuan pangan diterima secara mudah dan tidak menimbulkan antrean panjang. Teknologi verifikasi ini adalah komitmen kami untuk melindungi warga, khususnya yang secara ekonomi masih rentan,” tutur Vinanda.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





