Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Sajian kelo kuning ikan keting kini menjadi primadona baru bagi para penikmat kuliner ikan di Lamongan. Hidangan berkuah kuning dengan cita rasa rempah yang kuat tersebut tengah digandrungi, terutama di Warung Mak Yah yang terletak di jalur Lamongan–Mantup, tepatnya di Kalikapas, Desa Sidomukti, Kecamatan Lamongan.
Setiap hari warung sederhana ini tak pernah sepi pengunjung. Banyak pelanggan datang khusus untuk mencicipi ikan keting bertelur yang dimasak bersama sayur kelo kuning. Perpaduan aroma bumbu dan nikmatnya telur ikan yang masih melekat di bagian perut menjadi magnet utama yang membuat banyak orang kembali datang.
Pemilik warung, Sakdiyah (53), menceritakan bahwa menu ini awalnya hanyalah masakan rumahan.
“Dulu cuma dimasak di rumah. Tapi lama-lama yang suka makin banyak. Biasanya sekitar sebulan ke depan, peminat ikan keting bertelur ini meningkat,” ujar Sakdiyah.
Baca juga : Kota Kediri Pertahankan Swasti Saba Padapa 2025, Bukti Konsistensi sebagai Kota Sehat
Ia menyebutkan, telur ikan yang tetap utuh saat dimasak memberikan sensasi tersendiri yang jarang ditemukan pada olahan ikan lainnya.
Harga satu porsi lengkap dengan ikan dan nasi dipatok Rp18.000. Meski terjangkau, cita rasa yang dihasilkan sangat kaya berkat bumbu kuning khas Jawa Timur seperti kunyit, lengkuas, serai, bawang merah, dan bawang putih.
Tekstur daging ikan keting yang lembut serta kuah rempah hangat menjadi perpaduan yang memanjakan lidah.
Keberadaan telur ikan dalam perut yang tetap utuh menambah keistimewaan sajian ini, menjadikannya pengalaman kuliner yang sulit disepelekan oleh para penggemarnya.
Baca juga : Dinkes Kabupaten Kediri Gencarkan Edukasi Pencegahan HIV/AIDS Kepada Pelajar
Setiap hari, Sakdiyah mampu menghabiskan hingga 15 kilogram ikan keting bertelur. Jumlah itu pun hanya bertahan empat sampai lima jam karena langsung habis diserbu pelanggan yang datang silih berganti.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





