Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) di Tulungagung sepanjang 2025 masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah kapasitas penampungan yang sangat terbatas, sehingga dalam sehari fasilitas tersebut hanya mampu menerima sekitar lima truk pengangkut limbah.
Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Tulungagung, Erwin Novianto, menjelaskan bahwa IPLT kembali beroperasi sejak Maret 2025. Sebelumnya, instalasi itu sempat mangkrak selama bertahun-tahun akibat penolakan warga yang terganggu bau tidak sedap.
Memasuki bulan ke-10 operasional, sejumlah catatan evaluasi muncul. Erwin menilai kegiatan pengolahan lumpur tinja masih belum berjalan sesuai harapan karena beberapa hambatan teknis.
“Sejak awal kami fokus agar IPLT dapat beroperasi terlebih dahulu. Setelah itu, perbaikan dilakukan bertahap supaya pengolahan bisa berjalan optimal,” ujar Erwin Novianto, Rabu (10/12/2025).
Baca juga : Gasak Kotak Amal Masjid di Tulungagung, Warga Kediri Ditangkap Polisi
Salah satu kendala utama, lanjut Erwin, adalah keterbatasan volume penampungan. Kapasitas yang ada hanya cukup untuk lima truk per hari, sehingga banyak armada tidak dapat dilayani. Padahal, jumlah truk yang membutuhkan pembuangan tinja setiap harinya lebih dari itu, ditambah baru adanya satu unit kendaraan sedot tinja bantuan.
“Dalam satu hari sebenarnya bisa lebih dari lima truk yang masuk. Tapi setelah kuota lima truk terpenuhi, kami harus menghentikan layanan demi menjaga kualitas proses pengolahan,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, Disperkim berencana meningkatkan kapasitas IPLT agar mampu menampung limbah dalam jumlah lebih besar. Selain itu, penambahan sistem mekanisasi dan peningkatan kompetensi SDM juga disiapkan untuk menunjang pelayanan.
Baca juga : BLT 2025 Disalurkan Serentak di 3 Kecamatan, Kadinsos Kediri: Pastikan Tepat Sasaran
Terkait isu bau yang dulu dikeluhkan warga, Erwin mengakui bahwa aroma masih ada. Namun, pengelola berupaya meminimalisasi dampaknya sehingga tidak lagi memicu protes dari masyarakat sekitar.
“Target kami tahun depan adalah optimalisasi, terutama peningkatan daya tampung agar minimal bisa dua kali lipat dari kapasitas saat ini,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





