Nganjuk, LINGKARWILIS.COM — Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan kekayaan wisata alamnya. Setelah Air Terjun Sedudo dan Singokromo lebih dulu dikenal luas, kini giliran Air Terjun Coban Kepel yang mencuri perhatian publik dan menjelma menjadi destinasi favorit baru.
Berada di Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, tepat di kawasan kaki Gunung Wilis, Coban Kepel mendadak viral dalam kurun waktu sekitar satu setengah bulan terakhir. Popularitas di media sosial membuat air terjun yang sebelumnya tersembunyi ini kini dipadati ratusan wisatawan setiap hari.
Kepala Desa Kepel, Sundari, menuturkan bahwa Coban Kepel sejatinya bukan objek wisata baru. Keberadaan air terjun tersebut telah dikenal warga secara turun-temurun sejak puluhan tahun lalu.
“Air terjun ini sudah ada sejak lama, bahkan sebelum saya lahir. Hanya saja dulu belum dikenal luas karena belum tersentuh media sosial. Baru sekitar satu setengah bulan ini mulai ramai pengunjung,” ujar Sundari, Minggu (4/1/2026).
Baca juga : Persib Bandung Siap Pertahankan Rekor Positif Saat Bertandang ke Markas Persik Kediri
Selama ini, kawasan Coban Kepel lebih banyak dimanfaatkan warga sekitar sebagai area pertanian sekaligus sumber mata air utama bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat desa. Keasrian alam yang tetap terjaga justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari suasana alami dan jauh dari hiruk-pikuk kota.
Pesona Coban Kepel tidak hanya terletak pada kejernihan air terjunnya, tetapi juga pada jalur perjalanan menuju lokasi. Sepanjang perjalanan, pengunjung disuguhi panorama pegunungan yang hijau, udara sejuk, serta deretan pohon durian dan aneka tanaman buah lokal.
Lonjakan kunjungan pun tercatat cukup signifikan. Berdasarkan data pemerintah desa, jumlah wisatawan terus mengalami peningkatan, baik pada hari biasa maupun akhir pekan.
“Pada hari biasa, pengunjung bisa lebih dari 200 orang. Sementara saat Sabtu dan Minggu, jumlahnya meningkat hingga sekitar 400 pengunjung,” jelasnya.
Meski potensinya besar, pengembangan Coban Kepel masih menghadapi tantangan, terutama terkait akses jalan. Saat ini, jalur sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer dari jalan utama masih terbatas dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Baca juga : Hanya dengan 10 Pemain, Skema Compact Defense Bima Sakti Antar Persela Taklukkan Persiba 1-0
Pemerintah desa berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk perbaikan infrastruktur demi keselamatan dan kenyamanan pengunjung, mengingat kondisi geografis wilayah tersebut rawan longsor dan berbatasan langsung dengan jurang.
“Kami berharap akses jalan bisa diperlebar dan ditingkatkan keamanannya. Lokasi ini cukup rawan, sehingga perlu perhatian serius agar wisatawan merasa aman saat berkunjung,” ungkap Sundari.
Meski fasilitas penunjang masih dalam tahap pengembangan, Sundari memastikan keramahan warga Desa Kepel menjadi nilai lebih dalam menyambut wisatawan.
“Dengan segala keterbatasan, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Keramahan warga adalah modal utama kami,” pungkasnya.***
Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





