Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Ratusan kader Partai NasDem Kabupaten Nganjuk menggelar aksi damai sekaligus menyampaikan pernyataan sikap menyusul pemberitaan Majalah Tempo edisi 13–16 April 2026 yang menyinggung partai dan Ketua Umumnya, Surya Paloh.
Aksi berlangsung di depan Kantor DPD Partai NasDem Kabupaten Nganjuk, Jalan Dr. Soetomo No. 67, Kelurahan Payaman, Rabu (15/4/2026) pagi. Para kader mengaku merasa tersinggung dan menilai pemberitaan tersebut telah melukai harga diri serta marwah partai.
Usai menyampaikan orasi, jajaran pengurus partai menggelar konferensi pers. Pernyataan sikap dibacakan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Nganjuk, Ratna Wulandari, didampingi Ketua Bappilu, M. Fauzi Irwana.
Dalam keterangannya, Ratna menegaskan bahwa NasDem merupakan gerakan politik yang lahir dari idealisme, bukan entitas bisnis.
“NasDem bukan perusahaan, melainkan gerakan perubahan yang dibangun dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Menyamakannya dengan kepentingan bisnis adalah bentuk penghinaan terhadap kader,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan keberatan atas pemberitaan yang dinilai tidak proporsional dan berpotensi merusak citra Ketua Umum.
“Kami menilai ini bukan sekadar kritik, melainkan bentuk pembentukan opini yang merendahkan marwah Bapak Surya Paloh,” tegasnya.
Meski demikian, Ratna menegaskan pihaknya tetap menghormati kebebasan pers. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip jurnalistik, termasuk verifikasi dan keberimbangan.
Menurutnya, pemberitaan tersebut tidak memenuhi prinsip cover both sides dan tidak melakukan konfirmasi kepada pihak partai.
“Kami tidak anti kritik. Namun kami menolak praktik jurnalisme yang tidak berimbang dan cenderung insinuatif,” tambahnya.
Baca juga : Sindikat Curanmor Sekeluarga di Malang Dibekuk, Tiga Pelaku Ditangkap Kurang dari Sepekan
Sebagai tindak lanjut, kader NasDem Nganjuk mendesak Dewan Pers untuk mengambil langkah tegas. Mereka juga meminta pihak Tempo menyampaikan klarifikasi serta permintaan maaf secara terbuka.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat, serta diakhiri dengan komitmen kader untuk tetap menjaga kondusivitas di wilayah Kabupaten Nganjuk.***
Editor : Muji Hartono
Editor : Hadiyin





