Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, Polres Lamongan mengambil langkah cepat dengan menyiagakan personel serta membuka Posko Siaga Bencana di Kecamatan Kalitengah. Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya debit Sungai Bengawan Jero yang telah merendam permukiman warga dan lahan usaha masyarakat.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, menyampaikan bahwa aparat kepolisian terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan seiring naiknya ketinggian air. Berdasarkan perkembangan terbaru, luapan sungai telah berdampak langsung pada kawasan hunian dan aktivitas ekonomi warga.
“Di Kecamatan Kalitengah, terdapat sembilan desa yang terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter,” kata Ipda Hamzaid saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas umum, rumah warga, hingga tambak ikan terendam. Kondisi ini turut mengganggu akses transportasi dan mobilitas masyarakat di beberapa titik.
Baca juga :Kasus PMK Kembali Muncul di Kediri, DKPP Catat 49 Sapi Terjangkit dan Satu Mati
Untuk mendukung penanganan di lapangan, Polres Lamongan mengerahkan satu SST atau sekitar 35 personel gabungan yang terdiri dari Sat Samapta, Sat Polairud, serta jajaran Polsek Kalitengah.
Selain itu, posko pelayanan kemanusiaan telah didirikan di depan Kantor Kecamatan Kalitengah. Posko tersebut dilengkapi berbagai sarana penunjang SAR, antara lain dua unit truk angkut, dua mobil patroli, tiga perahu karet, empat dayung, sepuluh rompi pelampung, sepuluh pasang sepatu boot, serta perlengkapan tambahan berupa satu unit perahu karet lengkap dengan dayung, lima life jacket, dua ring buoy, dan satu mesin tempel.
Ipda Hamzaid menambahkan, salah satu prioritas dalam penanganan banjir ini adalah memastikan aktivitas masyarakat, khususnya sektor pendidikan, tetap dapat berjalan.
“Jika genangan air masih memungkinkan dilalui, kendaraan dinas berupa truk akan digunakan untuk membantu antar-jemput pelajar. Namun apabila kondisi tidak aman, evakuasi dan mobilitas warga akan menggunakan perahu karet yang telah disiapkan,” jelasnya.
Baca juga : Cegah Kerugian Pedagang, DKPP Kabupaten Kediri Siapkan Edukasi PMK di Pasar Hewan
Ia menegaskan, langkah responsif tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir dan membantu masyarakat dalam situasi darurat. Kehadiran petugas diharapkan tidak hanya memberikan bantuan nyata, tetapi juga rasa aman bagi warga terdampak.
“Seluruh upaya ini merupakan wujud pengabdian Polri dalam misi kemanusiaan, sekaligus memastikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat tetap optimal,” pungkasnya.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin






