Kasus PMK Kembali Muncul di Kediri, DKPP Catat 49 Sapi Terjangkit dan Satu Mati

Kasus PMK Kembali Muncul di Kediri, DKPP Catat 49 Sapi Terjangkit dan Satu Mati
Petugas kesehatan hewan dkpp Kabupaten Kediri periksa kesehatan hewan ternak cegah pmk (bakti)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Memasuki awal tahun 2026, peternak sapi di Kabupaten Kediri diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kembali munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri mencatat hingga Senin (12/1/2026) siang terdapat 49 kasus baru PMK, dengan rincian 48 ekor sapi sakit dan satu ekor dilaporkan mati.

Berdasarkan data DKPP, sebaran kasus terbanyak berada di Kecamatan Tarokan dengan total 33 kasus, terdiri atas 32 sapi sakit dan satu sapi mati. Sementara itu, masing-masing delapan kasus sapi sakit ditemukan di Kecamatan Purwoasri dan Ngancar.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Menanggapi kondisi tersebut, DKPP Kabupaten Kediri mengimbau para peternak untuk lebih waspada terhadap lalu lintas ternak, khususnya sapi yang berasal dari luar daerah. Upaya vaksinasi PMK terus digencarkan sebagai langkah pencegahan sekaligus menjaga kesehatan ternak.

Pelaksana Tugas Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa kemunculan kembali PMK mulai terdeteksi sejak 27 Desember 2025 dan terus mengalami penambahan hingga saat ini. Kecamatan Tarokan menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi karena merupakan sentra populasi sapi.

Baca juga : Persik Kediri Evaluasi Skuad, Tiga Pemain Berpotensi Dilepas, Rekrutan Baru Segera Diumumkan

“Begitu kasus terdeteksi, langsung kami lakukan penanganan dengan pengobatan secara intensif agar ternak dapat segera pulih,” ujarnya.

Tutik menegaskan, peternak perlu mengenali gejala awal PMK, seperti bibir sapi pecah-pecah dan berair, demam tinggi, nafsu makan menurun, malas bergerak, hingga luka pada bagian kaki. Jika ditemukan gejala tersebut, ternak diminta segera dipisahkan dan dikarantina secara mandiri.

“Peternak juga harus segera menghubungi petugas kesehatan hewan atau dokter hewan terdekat untuk penanganan dan pengobatan lanjutan,” jelasnya.

Saat ini, seluruh sapi yang terjangkit masih dalam tahap perawatan dan pengawasan intensif. DKPP mendorong peternak untuk aktif berkonsultasi dengan petugas serta memastikan ternak mendapatkan vaksin PMK, terutama bagi sapi yang belum pernah divaksin.

Selain itu, faktor cuaca musim hujan juga dinilai dapat memengaruhi daya tahan tubuh ternak. Karena itu, DKPP terus melakukan pemantauan kesehatan hewan secara berkala.

Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Imbau Warga Waspada Pohon Tumbang di Awal 2026

“Beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Lamongan, juga telah melaporkan kasus PMK. Kami mengingatkan peternak agar rutin menyemprot kandang dengan disinfektan, membatasi orang keluar masuk kandang, dan menjaga kebersihan lingkungan ternak,” pungkas Tutik.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor :Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *