Tulungagung, LINGKARWILIS.COM — Upaya percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung terus dilakukan seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat. Kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pun meningkat signifikan, dari semula 90 unit menjadi 140 unit.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Tulungagung, Sebrina Mahardika, menyampaikan bahwa aspek higienitas dan keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam operasional setiap SPPG. Karena itu, kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi syarat mutlak agar distribusi MBG dapat berjalan aman dan sesuai standar kesehatan.
“SLHS adalah dokumen wajib bagi SPPG. Sertifikat ini menjamin bahwa makanan bergizi yang disalurkan benar-benar higienis dan layak dikonsumsi,” ujar Sebrina, Minggu (25/1/2026).
Berdasarkan data BGN, saat ini terdapat 70 SPPG yang telah beroperasi di Tulungagung dan melayani berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga pelajar. Meski demikian, sejumlah SPPG sempat menghentikan operasional sementara menyusul adanya dugaan kasus keracunan MBG.
Baca juga : Warga RW 07 Kelurahan Kaliombo Kota Kediri Gotong Royong Bangun Gapura Lingkungan, Ini Infonya
Dari jumlah SPPG yang aktif, sekitar 71,83 persen atau sebanyak 51 unit telah resmi mengantongi SLHS yang diterbitkan Dinas Kesehatan setempat. Sementara itu, sebanyak 20 unit lainnya masih dalam proses pengurusan sertifikasi.
“SPPG yang belum memiliki SLHS sebenarnya sudah mendaftar. Saat ini mereka masih melengkapi persyaratan administrasi dan teknis, terutama terkait standar operasional prosedur,” jelasnya.
Selain pembenahan kualitas layanan, BGN juga tengah melakukan pemetaan untuk penambahan titik SPPG baru. Langkah ini dilakukan menyusul perluasan sasaran penerima MBG, termasuk tenaga pendidik serta anak usia sekolah yang tidak lagi mengenyam pendidikan formal.
Awalnya, kebutuhan SPPG di Tulungagung diproyeksikan hanya 90 unit. Namun dengan bertambahnya kelompok penerima manfaat, kebutuhan tersebut melonjak menjadi 140 unit, yang terdiri dari SPPG aktif maupun unit yang masih dalam tahap persiapan sarana dan prasarana.
“Kami menargetkan kebutuhan 140 SPPG ini bisa terpenuhi tahun ini, agar pelayanan MBG berjalan optimal dan seluruh penerima manfaat di Tulungagung dapat terlayani,” pungkas Sebrina.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





