KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Sebanyak 147 pelamar relawan SPPG Palmturi Anggrek Joho Wates mengikuti proses seleksi ketat yang digelar di Desa Joho Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (26/1/2026). Dari ratusan pendaftar tersebut, hanya 47 peserta terbaik yang dinyatakan lolos.
Seleksi ini bertujuan memastikan SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Palmturi Mulia Jaya diisi oleh sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, serta memiliki komitmen tinggi dalam pelayanan pemenuhan gizi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, proses seleksi menggandeng Rumah Kurasi, lembaga assessment profesional yang berpengalaman dalam pemetaan kompetensi individu maupun sistem kerja. Hal tersebut dilakukan mengingat peran strategis SPPG dalam mendukung program peningkatan gizi masyarakat.
Direktur Rumah Kurasi, Drs. Setyo Hadi, MM, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara serius dan terukur.
Baca juga : Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri Pindah dari Museum Sri Aji Joyoboyo ke Eks Dispertabun
“SPPG tidak boleh diisi secara asal. Ini berkaitan langsung dengan kualitas gizi dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, peserta kami nilai dari tiga aspek utama, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap, termasuk integritas serta rasa tanggung jawab,” tegasnya.
Para pelamar menjalani serangkaian tes, mulai dari psikotes tertulis hingga wawancara mendalam. Psikotes digunakan untuk memetakan kecenderungan karakter kerja peserta, apakah lebih sesuai ditempatkan di lapangan, dapur, atau posisi kepemimpinan. Sementara wawancara berfungsi untuk menguji konsistensi dan kejujuran jawaban peserta.
Proses seleksi dibagi ke dalam tiga sesi, yakni sesi pagi sebanyak 50 peserta, sesi siang 50 peserta, dan sesi sore 47 peserta. Total keseluruhan pelamar yang mengikuti seleksi berjumlah 147 orang.
SPPG Palmturi Anggrek Joho Wates juga memprioritaskan pelamar dari lingkungan sekitar. Hal tersebut dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
“Kami mengutamakan warga Joho Wates dan sekitarnya. Harapannya, SPPG tidak hanya menjadi pusat layanan gizi, tetapi juga penggerak ekonomi lokal dan solusi pengangguran,” ujar Trisa Kumalasari, salah satu pewawancara.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Palmturi Mulia Jaya, H. Nur Sodik, menyampaikan bahwa proses rekrutmen ditargetkan rampung dalam satu hari agar operasional SPPG dapat segera berjalan optimal.
“Dari 147 pelamar, sekitar 47 orang akan direkrut untuk posisi petugas kebersihan, pengemudi, juru masak, hingga pemorsian. Untuk tenaga ahli gizi dan pendamping teknis, rekrutmen dilakukan melalui jalur khusus,” jelasnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





