NGANJUK, LINGKARWILIS.COM – Ancaman sengatan tawon Vespa affinis kembali membuat warga Kabupaten Nganjuk waspada. Dalam satu malam, Selasa (27/1/2026), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk harus melakukan dua operasi evakuasi sarang tawon di lokasi yang berbeda.
Penanganan pertama dilakukan setelah Damkarmat menerima laporan dari Abdilah Mazi (23), warga Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, sekitar pukul 19.54 WIB. Ia melaporkan adanya sarang tawon Vespa yang menempel di bagian atap rumah dan dinilai membahayakan penghuni.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel dari Pos Bantu Damkarmat Tanjunganom langsung mendatangi lokasi dan berhasil mengevakuasi sarang tawon dengan aman tanpa menimbulkan insiden.
Tak berselang lama, sekitar pukul 20.00 WIB, laporan serupa kembali masuk dari Kardiman (59), warga Desa Ringinanom, Kecamatan Nganjuk. Sarang tawon ditemukan berada di bawah atap rumah, tepat di area aktivitas penghuni. Untuk penanganan kedua ini, satu unit mobil operasional dari Pos Mako Damkarmat diterjunkan ke lokasi.
Baca juga : Dispendukcapil Kabupaten Kediri Dekatkan Layanan hingga ke Desa, Ini Infonya
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari, menegaskan bahwa tawon Vespa memiliki karakter agresif sehingga penanganannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan oleh masyarakat.
“Keberadaan sarang tawon di lingkungan rumah sangat berbahaya, terlebih jika dekat dengan aktivitas warga. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan penanganan sendiri dan segera melapor agar evakuasi dilakukan oleh petugas dengan perlengkapan keselamatan lengkap,” tegasnya.
Dalam dua operasi tersebut, petugas memastikan seluruh sarang berhasil diamankan dan area sekitar dinyatakan steril. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.
Damkarmat Nganjuk juga mencatat peningkatan laporan keberadaan sarang tawon dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini diduga dipengaruhi perubahan cuaca serta musim hujan, yang mendorong tawon mencari tempat aman seperti atap rumah dan pepohonan di sekitar permukiman untuk membangun sarang.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





