LAMONGAN, LINGKARWILIS.COM – Seorang prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut asal Kabupaten Lamongan, Pratu Marinir Dicky Yogha P, dilaporkan gugur setelah tertimbun longsor saat mengikuti latihan militer di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026).
Peristiwa tragis tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan latihan dalam durasi lama, memicu runtuhnya material tanah dari lereng bukit yang labil dan menimpa area tempat prajurit melaksanakan kegiatan latihan.
Berdasarkan informasi sementara, total 23 personel terdampak dalam insiden tersebut. Mereka tergabung dalam Satgas Pamtas Mobile RI–Papua Nugini Gobang VII, Yonif 9 Marinir, terdiri dari 15 personel tim Fuog dan 8 personel tim Asiafsaman, yang tengah menjalani latihan sebagai bagian dari persiapan tugas pengamanan perbatasan negara.
Baca juga : Harga Cabai Rawit Tembus Rp 55 Ribu per Kilogram, Petani Kediri Kembali Tersenyum
Pratu Marinir Dicky Yogha P dilaporkan menjadi salah satu prajurit yang tertimpa material longsor secara langsung. Hingga Jumat siang, proses pendataan korban serta penanganan di lokasi masih terus dilakukan oleh tim terkait.
Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, membenarkan kabar duka tersebut dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Benar, kami dari Kodim Lamongan turut berduka cita. Saat ini proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung, dan kami menunggu rilis resmi dari pihak TNI maupun tim DVI,” ujar Deni saat dikonfirmasi.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh prajurit yang gugur dalam tugas dan latihan negara merupakan pahlawan yang wafat dalam pengabdian.
Baca juga : Kasus PMK dan LSD di Kediri Melandai, 91 Ekor Sapi Dinyatakan Sembuh
Kabar gugurnya prajurit muda itu juga dibenarkan oleh Kepala Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, M. Takim. Menurutnya, korban merupakan warga Perumahan Graha Indah, Kecamatan Tikung, dan pihak keluarga telah berangkat ke Bandung Barat untuk memastikan kondisi korban.
“Informasinya memang seperti itu. Keluarga sudah berangkat ke Bandung, tapi sampai saat ini kami masih menunggu kabar resmi,” kata Takim.
Tragedi ini semakin menyayat hati karena Pratu Marinir Dicky Yogha P baru menikah sekitar tiga bulan lalu. Ia dikenal sebagai sosok yang sejak muda bercita-cita menjadi prajurit TNI AL dan tengah menjalankan tugas negara saat musibah terjadi.
“Ia putra dari Pak Sukardi. Sejak awal memang bercita-cita menjadi TNI AL. Namun takdir berkata lain, longsor terjadi saat latihan,” imbuh Takim.
Insiden longsor di kawasan Cisarua tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan tanah menjadi labil, hingga akhirnya lereng bukit runtuh dan menyapu area latihan.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin





