Cegah Penyebaran PMK, DKPP Kabupaten Kediri Perketat Lalu Lintas Ternak ke Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, DKPP Kabupaten Kediri Perketat Lalu Lintas Ternak ke Pasar Hewan Disiapkan 41.500 Dosis Vaksin di Awal 2026
Petugas Kesehatan Hewan (Keswan) DKPP Kabupaten edukasi pencegahan pmk di pasar hewan di Kabupaten Kediri (ist)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Untuk menekan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri memperketat pengawasan lalu lintas ternak menuju sembilan pasar hewan di wilayah setempat. Tim kesehatan hewan (keswan) secara intensif memeriksa kondisi sapi sebelum diizinkan masuk ke area pasar.

Petugas meminta pedagang tidak memperjualbelikan sapi yang menunjukkan gejala sakit guna mencegah penularan kepada ternak sehat. Langkah ini juga dilakukan sebagai upaya menjaga kesehatan populasi sapi di Kabupaten Kediri secara keseluruhan.

bayar PBB Kota Kediri

Sebagai bagian dari penanganan dan pencegahan, DKPP Kabupaten Kediri menyiapkan 41.500 dosis vaksin pada awal 2026. Vaksin tersebut diperuntukkan bagi sapi yang terindikasi terpapar maupun sapi sehat sebagai langkah preventif agar memiliki daya tahan tubuh lebih baik.

Baca juga : Sambut Ramadan, Warga Dua Dusun di Desa Jemekan Kabupaten Kediri Kompak Bersihkan Makam Leluhur

Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, menyatakan bahwa pengawasan arus lalu lintas ternak kini diperketat demi melindungi peternak dan pedagang dari potensi kerugian. Hal ini dinilai penting mengingat kebutuhan daging sapi diperkirakan meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Kami ingin memastikan pedagang dan peternak tidak dirugikan. Masyarakat juga tidak perlu khawatir, karena sapi yang dipotong dan dijual di pasar berasal dari ternak yang sehat,” ujar Tutik.

Ia menambahkan, 41.500 dosis vaksin akan segera didistribusikan untuk mempercepat proses penyembuhan sapi yang terpapar PMK. Berdasarkan hasil vaksinasi, pengobatan, dan pengawasan yang dilakukan, tingkat kesembuhan ternak terus menunjukkan peningkatan.

“Dari data yang ada, angka kesembuhan sapi terpapar terus membaik. Kami berharap dalam waktu dekat semakin banyak ternak yang pulih. Oleh karena itu, pengawasan, pemeriksaan, dan vaksinasi akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Baca juga : Bidik Wisatawan dan PAD, Disparbud Kabupaten Kediri Susun Kalender Event Pariwisata 2026

Tutik menegaskan bahwa vaksinasi dan pengawasan ketat terhadap lalu lintas ternak merupakan langkah krusial untuk meminimalkan risiko penyebaran penyakit dan mencegah kondisi sapi yang sakit semakin parah.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *