Kediri, LINGKARWILIS.COM – Setelah resmi dibentuk dan dikukuhkan pada bulan lalu dengan fasilitasi Pemerintah Kabupaten Kediri melalui BPBD, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kediri mulai menyusun langkah strategis dalam penguatan program mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayah setempat.
Ketua FPRB Kabupaten Kediri, Hari Wahyu Djatmiko, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperkuat sinergi menghadapi potensi perubahan cuaca ekstrem di Kabupaten Kediri. Ia menilai, kolaborasi antarinstansi, relawan, dan masyarakat sangat diperlukan dalam upaya kesiapsiagaan bencana.
“Selain memperkuat sinergi lintas instansi, kami juga tengah menyusun program kerja serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pembahasan AD/ART penting agar forum ini memiliki arah yang jelas, tujuan yang terukur, serta landasan hukum yang kuat,” ujarnya.
Baca juga : Stasiun Ngangeni, Ikhtiar Melestarikan Jejak Sejarah dan Menggerakkan Wisata Budaya Kediri
Hari menekankan bahwa kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan relawan merupakan elemen krusial dalam upaya penanggulangan bencana. Menurutnya, keterlibatan semua pihak akan memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi potensi ancaman kebencanaan.
Ia juga mengimbau masyarakat Kabupaten Kediri untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, terutama saat peralihan musim. Mengingat secara geografis, Kabupaten Kediri termasuk wilayah yang rawan terhadap bencana hidrometeorologi di Jawa Timur.
“Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan aspek keselamatan diri. Tetap waspada terhadap potensi bencana dan lakukan langkah-langkah pencegahan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana demi keselamatan bersama,” tegasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





