Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Munculnya varian baru influenza A (H3N2) yang disebut sebagai “Super Flu” mulai menjadi perhatian berbagai daerah, menyusul ditemukannya sejumlah kasus di Jawa Timur. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung menegaskan hingga kini belum ada laporan kasus serupa di wilayahnya. Kendati begitu, langkah antisipasi dini telah mulai diterapkan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan, menyatakan pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait penanganan varian virus tersebut.
Menurutnya, petunjuk teknis masih diperlukan, mulai dari standar penanganan medis, karakteristik strain virus, hingga langkah mitigasi yang direkomendasikan secara nasional. Namun, tanpa menunggu instruksi formal, Dinkes Tulungagung sudah mengambil sikap proaktif dengan meningkatkan kewaspadaan.
“Kami tetap harus melakukan antisipasi sejak dini agar tidak terjadi lonjakan kasus seperti saat pandemi Covid-19,” ujar dr. Aris, Senin (9/2/2026).
Baca juga : Viral Kejar-kejaran Massa dan Polisi, Terduga Pelaku Tabrak Lari Diamankan di Perbatasan Kediri–Tulungagung
Ia menjelaskan, Super Flu dianggap perlu diwaspadai karena memiliki karakteristik berbeda dibandingkan influenza musiman maupun Covid-19. Berdasarkan laporan yang beredar, varian ini telah terdeteksi di delapan provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Penularannya serupa dengan flu pada umumnya, yakni melalui droplet saat seseorang batuk atau bersin. Gejala yang muncul meliputi demam, pusing, nyeri otot, dan sakit tenggorokan. Namun, tingkat penularannya dinilai lebih cepat dibandingkan flu biasa.
“Dari satu orang yang terinfeksi, bisa menularkan ke dua hingga tiga orang di sekitarnya. Ini yang perlu kita waspadai, apalagi Jawa Timur sudah termasuk provinsi yang melaporkan kasus,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes mengimbau masyarakat kembali membiasakan protokol kesehatan seperti saat pandemi Covid-19. Warga yang sedang batuk atau bersin dianjurkan menjaga jarak, menggunakan masker, serta menerapkan etika batuk yang benar.
Aris juga mengingatkan agar masyarakat menutup mulut dan hidung menggunakan lipatan lengan saat bersin atau batuk. Jika terpaksa menggunakan tangan, segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Baca juga : Polres Nganjuk Bongkar Jaringan Pengedar Pil Dobel L Lintas Daerah Nganjuk–Kediri
“Protokol kesehatan saat Covid-19 terbukti efektif mencegah penularan penyakit berbasis droplet. Karena itu, meskipun belum ada kasus di Tulungagung, kewaspadaan tetap perlu dijaga,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





