Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Ruas jalan sepanjang 200 meter di Lingkungan 8, Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung, dipenuhi pohon pisang yang sengaja ditanam warga sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Aksi tersebut dilakukan warga sejak Sabtu (14/2/2026). Penanaman pohon pisang di tengah lubang jalan menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Salah seorang warga, Maryaumi, mengatakan kondisi jalan rusak sudah berlangsung lama dan belum mendapat perbaikan yang memadai.
“Kondisi jalan rusak sudah lama dan tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Raih Peringkat I Jatim dan Terbaik Kedua Nasional
Pohon pisang yang ditanam bervariasi ukurannya, menyesuaikan dengan besar kecilnya lubang di badan jalan. Warga juga memasang tulisan bernada sindiran seperti “Korban Janji” dan “Maaf perjalanan anda terganggu, sedang ada perbaikan umpamane”.
Menurut Maryaumi, aksi ini merupakan kali kedua dilakukan warga. Sebelumnya, warga sempat melakukan aksi serupa yang kemudian direspons dengan perbaikan tambal sulam. Namun, perbaikan tersebut tidak bertahan lama dan jalan kembali rusak.
Karena kembali membahayakan pengguna jalan, warga pun melakukan aksi protes kedua. Ruas jalan tersebut merupakan akses vital penghubung antar kecamatan sehingga kerusakan yang terjadi dinilai berisiko menyebabkan kecelakaan.
“Harapan kami pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan jalan agar masyarakat tidak khawatir saat berkendara,” pungkasnya.
Baca juga : Pemkab Kediri Perkuat Transparansi Layanan Informasi Desa Gadungan
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, menyampaikan bahwa pihaknya merencanakan perbaikan ruas jalan Ngunut–Podorejo dan Ngunut–Doroampel pada 2026.
“Rencananya mulai Maret akan dikerjakan. Fokus perbaikan pada spot-spot yang kondisinya rusak berat,” jelasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin




