Ponorogo, LINGKARWILIS.COM — Memasuki awal Ramadan, sejumlah harga kebutuhan pokok di Ponorogo mulai mengalami kenaikan, terutama komoditas bumbu dapur. Lonjakan harga dipicu faktor cuaca yang tidak menentu serta meningkatnya permintaan jelang bulan puasa.
Salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Legi Ponorogo, Evi Anggraeni, menyebut harga cabai rawit kini menembus Rp110 ribu per kilogram. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan harga normal sebelumnya.
“Awalnya Rp60 ribu per kilo, kemudian naik menjelang puasa menjadi Rp90 ribu, dan hari ini sudah Rp110 ribu per kilo,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan, tren kenaikan sudah terlihat sejak dua pekan sebelum Ramadan. Menurutnya, fenomena ini hampir terjadi setiap tahun. Selain peningkatan permintaan, faktor cuaca juga memengaruhi kualitas dan daya tahan cabai yang saat ini lebih cepat membusuk.
Baca juga : TMMD ke-127 Kodim 0809/Kediri Bangun Jalan Tembus 1.657 Meter, Progres Capai 60 Persen
“Sejak awal bulan sudah ada tanda-tanda naik. Sampai sekarang belum terlihat akan turun, bahkan bisa saja bertambah kalau cuaca dan stok belum stabil,” katanya.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging ayam. Sri Pujiati, pedagang ayam potong di pasar tradisional Ponorogo, mengatakan harga saat ini berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp38 ribu.
“Naiknya tidak terlalu tinggi, dari Rp38 ribu menjadi Rp40 ribu per kilo,” jelasnya.
Menurut Sri, lonjakan harga daging ayam kerap terjadi setiap Ramadan. Ia memperkirakan harga akan bertahan hingga pertengahan bulan puasa, kemudian berpotensi kembali naik menjelang Idulfitri.
“Biasanya seperti itu tiap tahun, sempat turun di tengah Ramadan lalu naik lagi mendekati Lebaran,” tambahnya.
Baca juga : Disparbud Kabupaten Kediri Boyongan ke Kantor Baru di Kompleks Museum Sri Aji Joyoboyo
Sementara itu, salah satu pembeli, Annisa Syaqia, mengaku kenaikan harga mulai dirasakan cukup memberatkan, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. Ia terpaksa mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan anggaran.
“Biasanya beli cabai satu kilo, sekarang cukup setengah kilo. Berat tentu, tapi mau bagaimana lagi,” tuturnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





