Dikenal Rendah Hati dan Ceria, Guru serta Sahabat SMKN PGRI 2 Kertosono Kenang Siswi Korban Pembunuhan

Dikenal Rendah Hati dan Ceria, Guru serta Sahabat SMKN PGRI 2 Kertosono Kenang Siswi Korban Pembunuhan
Dikenal Rendah Hati dan Ceria, Guru serta Sahabat SMKN PGRI 2 Kertosono Kenang Siswi Korban Pembunuhan (Inna)

Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Kepergian HMZ (17), siswi asal Dusun Satak, Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, yang menjadi korban pembunuhan di Malang, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga besar SMKN PGRI 2 Kertosono. Sosoknya dikenang sebagai pribadi yang hangat, bersemangat, dan penuh kebaikan.

Guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah setempat, Khaffidz Miftakhul Mukhlis, menyampaikan bahwa almarhumah merupakan siswa dengan motivasi belajar yang menonjol. Di kelas, HMZ dikenal aktif dan kerap mengajukan pertanyaan saat proses pembelajaran berlangsung.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Almarhumah memiliki semangat belajar tinggi, aktif di kelas, dan termasuk siswa yang cerdas,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Selain berprestasi secara akademik, HMZ juga dikenal mudah bergaul dan membawa energi positif di lingkungan sekolah. Sikapnya yang ramah membuatnya dekat dengan guru maupun teman-temannya.

Baca juga : Bupati Kediri, Mas Dhito, Larang Penggunaan Pengeras Suara Bervolume Tinggi saat Sahur Keliling

Ungkapan duka juga datang dari sahabat dekatnya, Septinia Dewi Puspita Sari (17). Ia mengenang HMZ sebagai teman yang selalu hadir saat dibutuhkan. Menurutnya, korban kerap membantu tanpa pamrih dan sering mencairkan suasana dengan tingkah laku spontan yang mengundang tawa.

“Banyak kenangan bersama yang tidak akan kami lupakan. Kami benar-benar merasa kehilangan,” tutur Septinia.

Ayah korban, Santoso (49), masih terpukul atas peristiwa yang merenggut nyawa putri sulungnya. Di matanya, HMZ adalah anak yang patuh, jujur, dan bertanggung jawab.

Jenazah HMZ telah dimakamkan pada Minggu (22/2/2026). Suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga yang kini terasa sunyi tanpa keceriaan korban, yang sehari-hari berkumpul bersama ibu dan adiknya yang masih berusia delapan tahun.

“Kami sangat terpukul. Perbuatan pelaku begitu kejam terhadap anak kami,” ungkap Santoso.

Baca juga : Sebanyak 200 Becak Listrik Disalurkan kepada Pengemudi Becak di Kabupaten Kediri

Pihak sekolah dan keluarga berharap proses hukum berjalan adil serta memberikan kepastian bagi kasus yang menimpa remaja yang dikenal ramah dan memiliki masa depan cerah tersebut.***

Reporter : Inna Dewi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *