Antisipasi Peredaran Uang Palsu, Polres Kediri Pantau Jasa Penukaran Uang di Pare

Antisipasi Peredaran Uang Palsu, Polres Kediri Pantau Jasa Penukaran Uang di Pare
petugas kepolisian saat memantau jasa penukaran uang baru di wilayah Kecamatan Pare (istimewa)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, aktivitas jasa penukaran uang baru mulai bermunculan di sejumlah wilayah Kabupaten Kediri. Salah satu titik yang terlihat cukup ramai berada di kawasan Kecamatan Pare.

Melihat kondisi tersebut, Polres Kediri melakukan pemantauan langsung sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat maupun penyedia jasa penukaran uang agar tetap waspada saat bertransaksi.

bayar PBB Kota Kediri

Pemantauan dilakukan di sejumlah lokasi yang menjadi titik penukaran uang, di antaranya di Jalan PK Bangsa Pare, Jalan PB Sudirman, serta Jalan Lawu.

Kasat Binmas Polres Kediri, AKP Barkah Ramsul, mengatakan meningkatnya aktivitas penukaran uang menjelang Lebaran berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab, terutama terkait peredaran uang palsu.

Baca juga : Ratusan Warga Antusias Ikuti Pengobatan Katarak Gratis pada Penutupan TMMD ke-127 di Kediri

“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melakukan penukaran uang menjelang Lebaran, karena ada kemungkinan terselip uang palsu,” ujarnya.

Menurut Barkah, transaksi uang tunai dalam jumlah besar yang dilakukan di ruang terbuka juga memiliki potensi kerawanan, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk turut menjaga keamanan lingkungan, khususnya selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

“Pada prinsipnya semua pihak harus saling menjaga keamanan di lingkungan masing-masing selama Ramadan hingga Lebaran,” jelasnya.

Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, petugas juga mengingatkan para penyedia jasa penukaran uang agar lebih berhati-hati saat melakukan transaksi di tepi jalan.

“Para penyedia jasa penukaran uang juga harus waspada agar tidak terjadi tindak kejahatan seperti perampasan uang saat transaksi di pinggir jalan,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu penyedia jasa penukaran uang di Pare, Maulana Situ, mengungkapkan aktivitas penukaran uang pada tahun ini cenderung lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga : Servis Motor Murah Jelang Lebaran Diserbu Warga di Halaman Kecamatan Mojoroto Kota Kediri

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya biaya jasa penukaran. Jika sebelumnya biaya penukaran Rp100 ribu berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp12 ribu, saat ini tarifnya mencapai sekitar Rp15 ribu.

Maulana menjelaskan bahwa uang yang ditukarkan bukan miliknya sendiri. Ia bekerja dengan sistem harian dan mendapatkan pasokan uang dari pemilik modal.

Ia berharap aktivitas penukaran uang dapat berjalan lancar hingga mendekati Hari Raya Idulfitri.

“Biasanya satu minggu menjelang Lebaran baru mulai ramai masyarakat yang menukar uang,” ungkapnya.

Selama menjalankan usaha tersebut, Maulana mengaku belum pernah menemukan uang palsu dalam transaksi yang dilakukan. Meski demikian, ia berharap aktivitas penukaran uang tahun ini tetap berlangsung aman hingga Lebaran tanpa adanya gangguan maupun tindak kriminal.***

Reporter: Rizky Rusdiyanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto