MALANG, LINGKARWILIS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah ruko yang digunakan sebagai usaha laundry di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Dalam peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar.
Kejadian terjadi di Jalan Raya Ir. Soekarno, Dusun Sidoayu, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran. Petugas dari Polsek Pagelaran bersama tim gabungan langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan warga.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Suliadi (48), pemilik usaha laundry. Sementara tiga korban lainnya mengalami luka bakar dan saat ini telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Kasi Humas Polres Malang, Bambang Subinajar, mengungkapkan bahwa kebakaran diduga dipicu percikan api dari kompor pemanas air untuk setrika uap yang menyambar uap bensin.
Baca juga : KAI Daop 8 Surabaya Bagikan Takjil Gratis bagi Penumpang KA di Stasiun Malang hingga H-1 Lebaran
“Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga terjadi akibat percikan api dari kompor yang menyambar uap bensin saat korban memindahkan bahan bakar, sehingga api dengan cepat membesar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, saat kejadian korban tengah memindahkan bensin dari jerigen ke botol di dalam ruko. Uap bensin yang mudah terbakar kemudian tersulut api hingga memicu kobaran besar yang membakar bangunan serta kendaraan di sekitar lokasi.
Sejumlah aset turut hangus terbakar, di antaranya satu unit bangunan ruko, tiga sepeda motor, serta peralatan dan pakaian laundry milik pelanggan. Kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, serta berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran untuk menjinakkan api.
“Petugas langsung mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Polisi juga telah memintai keterangan sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Baca juga : Jelang Lebaran, BULOG Kediri Gelontorkan 685 Ton Beras dan 137 Ribu Liter Minyak untuk 34 Ribu Warga
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam insiden tersebut. Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati saat menggunakan bahan mudah terbakar, terutama di dekat sumber api.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat menggunakan bahan bakar di dalam ruangan dan menjauhkannya dari sumber api guna mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin






