KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, aktivitas penjualan hewan kurban di wilayah selatan Gambiran, Kabupaten Kediri, belum menunjukkan peningkatan signifikan. Para pedagang kambing kurban mengaku penjualan tahun ini masih cenderung lesu dibanding tahun sebelumnya.
Salah satu pedagang kambing kurban di kawasan selatan Gambiran, Na’im mengatakan, hingga memasuki H-9 Idul Adha, minat beli masyarakat masih rendah. Ia menilai kondisi ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat menjadi salah satu penyebab lambatnya transaksi.
“Kalau tahun ini memang masih menurun. Biasanya pembeli mulai ramai saat mendekati H-3 Idul Adha. Semoga beberapa hari ke depan penjualan bisa meningkat,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Meski penjualan belum ramai, harga kambing kurban tahun ini mengalami kenaikan tipis dibanding tahun lalu. Menurut Na’im, kenaikan harga tersebut masih tergolong wajar karena dipengaruhi kualitas, ukuran, dan bobot hewan.
Baca juga : Bertemu PSF, Mas Dhito Bahas Masa Depan Lulusan Perdana SMA Boarding School Gratis di Kediri
Di lapaknya tersedia berbagai jenis kambing, mulai kambing Jawa hingga kambing crossbreed dengan harga mulai kisaran Rp4 jutaan untuk kategori standar kurban.
Salah satu kambing jenis cross yang dijual bahkan memiliki bobot sekitar 48 kilogram dan telah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan layak dijadikan hewan kurban.
“Kalau di sini kualitas kambing sudah pilihan semua. Ada kambing Jawa dan crossbreed, tinggal disesuaikan kebutuhan pembeli,” jelasnya.
Na’im juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya melihat warna hewan saat memilih kambing kurban. Menurutnya, kondisi kesehatan, bobot tubuh, serta syarat sah hewan kurban jauh lebih penting diperhatikan.
Baca juga : Kantor Imigrasi Kediri Sosialisasikan APOA, Tingkatkan Peran Pengelola Hotel dalam Pengawasan Orang Asing
Pedagang yang telah berjualan kambing kurban selama sekitar 10 tahun itu berharap penjualan akan mulai meningkat mendekati Hari Raya Idul Adha. Sebelumnya, ia sempat membuka lapak di kawasan Permata Hijau sebelum pindah ke lokasi saat ini di sisi timur jalan wilayah selatan Gambiran.***
Reporter : Agus Sulistyo
Editor : Hadiyin






