TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Penutupan Jembatan Gondang di jalur nasional Tulungagung–Trenggalek berdampak pada operasional bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Selain menambah jarak perjalanan, perubahan rute juga memaksa operator menyesuaikan jadwal keberangkatan agar layanan tetap berjalan tepat waktu.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung, Rusmanto, menjelaskan bahwa penutupan jembatan mengharuskan bus AKDP jurusan Tulungagung–Trenggalek menggunakan jalur alternatif melalui Kecamatan Campurdarat. Akibatnya, jarak tempuh perjalanan bertambah sekitar 10 kilometer.
Sebelum Jembatan Gondang ditutup, bus dari Tulungagung menuju wilayah Durenan, Trenggalek, hanya menempuh jarak sekitar 18 kilometer. Kini, dengan rute memutar, jarak perjalanan meningkat menjadi sekitar 28 kilometer.
“Dulu dari Tulungagung ke Durenan cukup menempuh sekitar 18 kilometer. Sekarang karena harus memutar melalui Campurdarat, jaraknya menjadi sekitar 28 kilometer,” ujar Rusmanto, Rabu (3/6/2026).
Bertambahnya jarak tempuh membuat pihak Terminal Gayatri berkoordinasi dengan Terminal Surondakan Trenggalek untuk melakukan penyesuaian jadwal operasional. Hasil koordinasi tersebut memutuskan keberangkatan bus AKDP dari Trenggalek menuju Tulungagung dimajukan satu jam lebih awal.
Jika sebelumnya bus berangkat pada pukul 17.00 WIB, kini keberangkatan dilakukan pukul 16.00 WIB. Langkah tersebut ditempuh untuk mengantisipasi tambahan waktu perjalanan sehingga jadwal kedatangan di Terminal Gayatri tetap sesuai.
“Karena waktu tempuh bertambah, jadwal keberangkatan dari Trenggalek dimajukan agar bus tetap tiba di Terminal Gayatri sesuai jadwal,” jelasnya.
Sementara itu, jadwal keberangkatan bus dari Tulungagung menuju Trenggalek tidak mengalami perubahan dan tetap mengikuti jadwal yang telah berlaku sebelumnya.
Baca juga : Pemkot Kediri Tegaskan Portal RT 29 Mojoroto Sah, Warga dan Pemerintah Sepakat Pertahankan untuk Keamanan
Meski rute perjalanan lebih panjang, hingga saat ini belum ada penyesuaian tarif tiket dari perusahaan otobus (PO) yang melayani trayek tersebut. Rusmanto memastikan harga tiket masih tetap sama dan belum ada keputusan terkait kenaikan tarif.
“Sampai sekarang belum ada perubahan tarif. Jika nanti ada penyesuaian harga tiket, kami akan segera menginformasikannya kepada masyarakat,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





