Libatkan Nelayan, Pencarian Santri Kediri yang Hilang di Pantai Pangi Masih Belum Membuahkan Hasil

Libatkan Nelayan, Pencarian Santri Kediri yang Hilang di Pantai Pangi Masih Belum Membuahkan Hasil
Petugas saat apel sebelum memulai pencarian di sepanjang Pantai Pangi. (aziz)

Blitar, LINGKARWILIS.COM – Upaya pencarian terhadap seorang santri asal Kabupaten Kediri yang hilang setelah terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, terus dilakukan. Memasuki hari keempat, tim gabungan memperluas pencarian dengan melibatkan nelayan di sepanjang pesisir pantai selatan.

Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Aipda Muheni, mengatakan hingga Minggu siang (14/6/2026), korban masih belum ditemukan. Meski demikian, proses pencarian tetap dilanjutkan sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan yang berlaku.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Hingga sementara ini hasil pencarian masih nihil. Namun, tim gabungan tetap melanjutkan upaya pencarian yang direncanakan berlangsung sampai hari ketujuh,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan membagi personel menjadi tiga kelompok pencarian. Tim pertama melakukan penyisiran melalui jalur laut dengan menggunakan perahu serta melibatkan para nelayan yang beraktivitas di kawasan pantai selatan.

Baca juga :Β Warga Tak Perlu Panic Buying, Stok Beras Bulog Kediri 98.806 Ton Cukup hingga 14 Bulan

Para nelayan juga diminta membantu memantau kondisi perairan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban.

“Nelayan turut dilibatkan dalam pencarian. Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan di laut, mereka diharapkan segera memberikan informasi kepada tim gabungan,” jelas Muheni.

Sementara itu, tim kedua dan ketiga melakukan penyisiran darat dengan menyusuri kawasan tebing di sepanjang garis pantai. Medan pencarian cukup berat mengingat wilayah Pantai Pangi dan sekitarnya dikenal memiliki banyak tebing curam yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Untuk mendukung proses pencarian, tim gabungan juga memanfaatkan sejumlah peralatan, termasuk teropong khusus yang mampu memantau objek di permukaan laut maupun di area tebing yang sulit dijangkau.

Baca juga :Β DPC LPKSM Sakera Kediri Resmi Dikukuhkan, Siap Perjuangkan Hak Konsumen

Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pengamatan dan meningkatkan peluang menemukan korban.

Peristiwa nahas ini terjadi saat rombongan santri dari salah satu pondok pesantren di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, melaksanakan kegiatan wisata edukasi atau outing class di Pantai Pangi pada Kamis (11/6/2026).

Rombongan yang terdiri dari 10 santri dan didampingi seorang ustazah tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat berada di kawasan tebing pantai, tiga santri terseret ombak besar yang datang secara tiba-tiba.

Ketiga santri tersebut yakni AZ (11), santri laki-laki, AM (10), santri perempuan, dan HR (9), santri perempuan. AZ dan AM berhasil menyelamatkan diri setelah berenang ke tepian pantai dan mendapat pertolongan dari warga serta nelayan setempat.

Sementara itu, HR diduga terseret arus dan hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, nelayan, dan masyarakat sekitar.

Dua korban yang selamat telah mendapatkan perawatan medis, sedangkan pencarian terhadap HR terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan.***

Reporter: Aziz Wahyudi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *