Blitar, LINGKARWILIS.COM – Tradisi Larung Sesaji di Pantai Serang, Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, kembali digelar dengan khidmat dalam rangka menyambut datangnya bulan Muharam atau 1 Sura. Ritual budaya tahunan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut dan rezeki yang diterima sepanjang tahun.
Sejak pagi, ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan Pantai Serang untuk menyaksikan prosesi larung sesaji. Mereka tidak hanya berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar, tetapi juga dari sejumlah daerah lain yang sengaja datang untuk mengikuti tradisi tersebut.
Selain masyarakat umum, para nelayan yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari hasil laut juga turut ambil bagian dalam prosesi adat tersebut.
Kepala Desa Serang, Dwi Handoko, mengatakan Larung Sesaji merupakan tradisi yang memiliki makna penting bagi masyarakat pesisir sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Baca juga : KONI Jatim Tegaskan Samanhudi Masih Sah Menjabat Ketua KONI Kota Blitar
“Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur atas rezeki dan hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat, khususnya para nelayan,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Dwi, Larung Sesaji telah menjadi warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Serang dari generasi ke generasi.
Dalam prosesi tersebut, berbagai sesaji, hasil bumi, serta aneka sayur-mayur diarak dan kemudian dilarung ke tengah laut sebagai simbol doa dan harapan agar masyarakat pesisir terus mendapatkan keberkahan serta keselamatan.
“Harapannya, melalui tradisi ini hasil tangkapan nelayan semakin baik dan sektor pariwisata di Pantai Serang juga terus berkembang,” katanya.
Pantai Serang sendiri selama ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Blitar. Keindahan pantainya bahkan kerap mendapat julukan sebagai “Bali-nya Blitar” karena panorama alam yang dimilikinya.
Baca juga : Rajin Belajar dan Aktif Berinovasi, Siswi MTs Negeri 2 Kediri Langganan Juara Berbagai Lomba
Keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang telah tersambung juga semakin mempermudah akses menuju kawasan wisata tersebut. Jalur ini menghubungkan sejumlah pantai di pesisir selatan Blitar, termasuk Pantai Serang hingga kawasan Pantai Tambakrejo di Kecamatan Wonotirto.
Selain menjadi agenda budaya, Larung Sesaji juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Meningkatnya jumlah wisatawan selama pelaksanaan tradisi tersebut turut mendorong aktivitas pelaku usaha kecil, pedagang, sektor kuliner, jasa wisata, hingga pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum untuk meningkatkan pendapatan.
Tradisi Larung Sesaji pun tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya dan kearifan lokal, tetapi juga berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Blitar.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





