Relawan Pecinta Alam Meninggal Saat Kegiatan di Candi Dadi, Diduga Dipicu Riwayat Hipertensi

Relawan Pecinta Alam Meninggal Saat Kegiatan di Candi Dadi, Diduga Dipicu Riwayat Hipertensi
Proses evakuasi terhadap korban setelah dinyatakan meninggal dunia dan dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung (Polsek Boyolangu)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Seorang relawan pecinta alam dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pembuatan saluran air di kawasan Candi Dadi, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Minggu (14/6/2026). Korban diketahui memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi yang sempat menjalani perawatan dua bulan lalu.

Kapolsek Boyolangu AKP Retno Pujiarsih mengungkapkan, korban bernama Amanul Huda (59), warga Kelurahan Kepatihan, Kabupaten Tulungagung. Korban merupakan anggota Komunitas Sahabat Bumi dan Budaya (SABDA), yang beranggotakan alumni SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Menurut AKP Retno, sekitar pukul 07.00 WIB korban bersama 15 anggota komunitas berangkat menuju kawasan Candi Dadi untuk melakukan kegiatan pembuatan saluran air. Selama perjalanan hingga kegiatan berlangsung, korban tidak menunjukkan tanda-tanda mengalami gangguan kesehatan.

Namun, sekitar pukul 10.30 WIB, saat rombongan beristirahat, korban tiba-tiba merasa lemas dan kehilangan kesadaran.

Baca juga :Β Warga Tak Perlu Panic Buying, Stok Beras Bulog Kediri 98.806 Ton Cukup hingga 14 Bulan

“Korban bersama rekan-rekannya melakukan kegiatan pembuatan saluran air di kawasan Candi Dadi. Saat beristirahat, korban mendadak lemas dan tidak sadarkan diri,” ujar AKP Retno.

Melihat kondisi tersebut, rekan-rekan korban segera memberikan pertolongan dan memanggil seorang dokter spesialis paru yang berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal. Meski demikian, kondisi korban terus menurun sehingga diputuskan untuk segera dievakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Dalam perjalanan menuju pusat layanan kesehatan, korban dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya, saksi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan Puskesmas Boyolangu. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Korban sempat mendapatkan pertolongan medis di lokasi, namun kondisinya terus melemah. Saat proses evakuasi menuju puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Baca juga :Β DPC LPKSM Sakera Kediri Resmi Dikukuhkan, Siap Perjuangkan Hak Konsumen

Hasil pemeriksaan petugas tidak menemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat hipertensi dan sempat menjalani perawatan akibat penyakit tersebut sekitar dua bulan yang lalu.

Pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan keberatan apabila dilakukan autopsi. Mereka juga telah membuat surat pernyataan resmi untuk tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *