Kediri, LINGKARWILIS.COM – Memasuki musim kemarau dan masa panen padi, petani di Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, menerapkan berbagai cara untuk melindungi tanaman mereka dari serangan hama burung. Salah satu upaya yang banyak dilakukan adalah memasang paranet di atas areal persawahan.
Paranet dipasang menutupi hamparan tanaman padi yang mulai menguning dan siap dipanen. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mencegah burung memakan bulir padi yang dapat mengurangi hasil produksi petani.
Kepala Desa Putih, Basofi, mengatakan pemasangan paranet telah menjadi kebiasaan petani setempat, terutama saat tanaman memasuki fase menjelang panen. Menurutnya, serangan burung kerap terjadi dalam jumlah besar dan dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.
“Paranet dipasang cukup rapat sehingga burung sulit masuk ke area tanaman padi. Bahkan ada burung yang tersangkut di jaring tersebut,” ujarnya.
Baca juga : Bulan Suro, Harga Timun di Kediri Merosot hingga Rp1.000 per Kilogram
Selain menggunakan paranet, sebagian petani juga masih mempertahankan cara tradisional untuk mengusir hama burung, yakni memasang orang-orangan sawah. Alat tersebut biasanya dihubungkan dengan tali yang ditarik dari gubuk tempat petani berjaga sehingga dapat digerakkan sewaktu-waktu.
Menurut Basofi, kombinasi antara pemasangan paranet dan penggunaan orang-orangan sawah cukup efektif dalam mengurangi serangan burung di lahan pertanian.
Ia menjelaskan, paranet umumnya dipasang ketika tanaman padi mulai menguning dan dipertahankan hingga masa panen tiba. Cara tersebut dinilai mampu menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen petani.
Baca juga : Kloter 112 Jamaah Haji Kabupaten Kediri Dijadwalkan Tiba 30 Juni 2026 Malam
“Bagi warga kami, metode ini cukup efektif untuk melindungi tanaman padi dari serangan burung sehingga hasil panen tetap optimal. Upaya seperti ini juga mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Kediri,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





