Bulan Suro, Harga Timun di Kediri Merosot hingga Rp1.000 per Kilogram

Bulan Suro, Harga Timun di Kediri Merosot hingga Rp1.000 per Kilogram
Pedagang sayuran di Pasar tradisional di Kabupaten Kediri. (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Memasuki bulan Suro, petani timun di Kabupaten Kediri harus menghadapi kenyataan pahit. Harga jual komoditas tersebut di tingkat petani anjlok drastis hingga hanya Rp1.000 per kilogram, jauh lebih rendah dibanding sebelumnya yang sempat berada di kisaran Rp3.000 per kilogram.

Meski demikian, harga tersebut hanya berlaku di tingkat petani. Setelah masuk ke tangan pedagang, harga jual kembali mengalami penyesuaian. Kondisi pasar yang fluktuatif membuat harga timun dapat berubah dalam waktu singkat, bahkan dalam sehari.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Kartono (40), petani timun asal Kecamatan Ringinrejo, mengaku terkejut dengan penurunan harga tersebut. Menurutnya, musim kemarau biasanya menjadi periode yang menguntungkan bagi petani timun karena permintaan cenderung tinggi dan harga relatif stabil.

“Kalau dibandingkan tahun lalu memang masih lebih baik. Saat itu harga timun sempat hanya Rp500 per kilogram. Sekarang tanaman juga dalam kondisi sehat dan tidak terserang virus kuning pada daun,” ujarnya.

Baca juga : Hari Keenam Pencarian Santri Asal Kediri Belum Membuahkan Hasil, Tim Gabungan Siapkan Evaluasi pada Hari Ketujuh

Ia optimistis harga timun akan kembali membaik dalam waktu dekat. Apalagi, kebutuhan pasar tradisional di Kabupaten Kediri terhadap komoditas tersebut masih cukup tinggi.

Kartono menjelaskan, tanaman timun memiliki masa produksi sekitar tiga bulan. Dengan perawatan yang baik, setiap ruas tanaman mampu menghasilkan dua hingga tiga buah timun yang siap dipanen.

Dalam sekali panen, hasil yang diperoleh bisa mencapai sekitar 50 kilogram. Proses panen dilakukan dua kali dalam sepekan, kemudian hasilnya langsung dipasarkan dalam kondisi segar.

Baca juga : Kloter 112 Jamaah Haji Kabupaten Kediri Dijadwalkan Tiba 30 Juni 2026 Malam

Para petani berharap harga timun segera pulih sehingga hasil panen dapat memberikan keuntungan yang lebih layak dan mendukung keberlangsungan usaha pertanian mereka.***

Reporter: Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *