Blitar, LINGKARWILIS.COM – Upaya pencarian terhadap HR (9), santri asal Kabupaten Kediri yang hilang akibat terseret ombak Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, masih belum membuahkan hasil hingga hari keenam pelaksanaan operasi pencarian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menyatakan akan melakukan evaluasi apabila korban belum ditemukan hingga hari ketujuh pencarian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menjelaskan bahwa sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan, evaluasi akan dilakukan pada hari terakhir masa pencarian. Hasil evaluasi tersebut akan menentukan apakah operasi pencarian diperpanjang atau dihentikan.
“Pada hari ketujuh nanti akan dilakukan evaluasi. Hasilnya bisa berupa perpanjangan masa pencarian atau penghentian operasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Baca juga : Polres Blitar Matangkan Pengamanan 1 Suro dan Suran Agung Lewat Tactical Floor Game
Menurut Wahyudi, Rabu (17/6/2026) menjadi hari ketujuh sekaligus batas akhir operasi pencarian tahap pertama. Jika hingga waktu tersebut belum ada perkembangan, seluruh unsur yang terlibat akan menggelar rapat evaluasi bersama.
Dalam proses evaluasi tersebut, biasanya pihak keluarga atau perwakilan keluarga korban juga diundang untuk mendapatkan penjelasan mengenai prosedur dan hasil pencarian yang telah dilakukan.
Meski demikian, pihaknya tetap berharap korban dapat segera ditemukan sebelum masa pencarian berakhir.
“Kami berharap ada kabar baik dalam sisa waktu pencarian ini,” katanya.
Sementara itu, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran dengan membagi personel ke dalam tiga kelompok. Tim pertama melakukan pencarian melalui jalur laut menggunakan perahu jungkung menyusuri pesisir Pantai Selatan.
Baca juga : Revitalisasi Pasar Legi Ditargetkan Mulai Juli, Pemkot Blitar Siapkan Anggaran Rp1 Miliar
Tim kedua menyisir wilayah daratan di sisi barat Pantai Pangi hingga radius sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian. Sedangkan tim ketiga melakukan pencarian di jalur darat bagian timur dengan jangkauan sekitar 7,6 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
Selain itu, petugas juga terus berkoordinasi dengan para nelayan yang beraktivitas di perairan sekitar agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban kepada posko pencarian, aparat desa, maupun pihak kepolisian.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi saat rombongan santri dari salah satu pondok pesantren di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, melaksanakan kegiatan outing class di Pantai Pangi pada Kamis lalu.
Sebanyak 10 santri bersama pendamping tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat menikmati suasana pantai, tiga santri terseret ombak besar.
Dua korban, yakni AZ (11) dan AM (10), berhasil menyelamatkan diri setelah berjuang berenang ke tepi pantai dan mendapat pertolongan dari warga serta nelayan setempat. Sementara HR (9) hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





