Kediri, LINGKARWILIS.COM β Upaya memperkenalkan seni dan budaya lokal kepada generasi muda terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri. Salah satunya melalui kegiatan Kala Senja di Bumi Panjalu, yang sekaligus menjadi wadah bagi para guru untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
Memasuki pelaksanaan tahun keempat, kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri tersebut kembali menghadirkan pertunjukan seni yang melibatkan para pendidik.
Mengangkat tema “Guru Berkarya, Budaya Terjaga”, Kala Senja di Bumi Panjalu berlangsung di kawasan Wisata Ubalan, Jumat (31/7/2026). Pada kesempatan kali ini, para guru menampilkan Kentrung Kreasi dengan lakon “Totok Kerot Nglamar Prabu Joyoboyo”.
Dalam sambutan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin, kegiatan tersebut mendapat apresiasi karena dinilai menjadi salah satu upaya mempertahankan warisan budaya daerah.
Baca juga :Β BMKG : Hujan Saat Musim Kemarau di Kediri Dipicu Gelombang Rossby, Kondisi Dinilai Normal
“Melalui kegiatan ini juga menjaga warisan budaya yang menjadi identitas Kabupaten Kediri agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi muda,” ujar Solikin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menjelaskan, Kala Senja di Bumi Panjalu memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan kreativitas melalui bidang seni dan budaya.
Menurut Muhsin, pemilihan lakon “Totok Kerot Nglamar Prabu Joyoboyo” bukan tanpa alasan. Cerita tersebut diangkat untuk kembali memperkenalkan kisah rakyat sekaligus sejarah lokal kepada masyarakat, terutama kalangan generasi muda.
“Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan seni, tetapi juga dengan melibatkan para pendidik sebagai agen pewarisan nilai-nilai budaya,” ungkap Muhsin.
Baca juga :Β Kereta Pusaka Bupati Kediri I Jadi Korban Vandalisme, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Melalui pertunjukan tersebut, para guru menunjukkan bahwa peran pendidik tidak terbatas pada kegiatan belajar mengajar di kelas. Mereka juga dapat menjadi bagian penting dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi penerus.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin
