Jombang, LINGKARWILIS.COM β Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, para perajin kostum karnaval di Kabupaten Jombang mulai merasakan peningkatan permintaan. Salah satunya Samiaji, perajin kostum karakter asal Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, yang mengaku mendapat lonjakan pesanan hingga sekitar 100 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Saat ditemui di kediamannya, Sabtu (1/8/2026), halaman rumah Samiaji yang akrab disapa Kang Mijek terlihat berubah menjadi bengkel kerja sederhana. Berbagai tahapan pembuatan kostum, mulai dari pengecatan hingga pengeringan, dilakukan di tempat tersebut.
Di tengah kesibukannya, Kang Mijek tampak menyelesaikan sejumlah pesanan kostum cosplay karakter yang akan digunakan untuk parade karnaval dalam rangka memeriahkan bulan kemerdekaan.
Menurutnya, kondisi tahun ini cukup berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Tren kostum cosplay dengan berbagai karakter tengah banyak diminati masyarakat, baik untuk peserta pawai maupun peraga dalam kegiatan karnaval.
Baca juga :Β BMKG : Hujan Saat Musim Kemarau di Kediri Dipicu Gelombang Rossby, Kondisi Dinilai Normal
“Sekarang lagi musim cosplay karakter. Banyak yang pesan untuk persiapan parade karnaval,” ujar Kang Mijek.
Keunikan karya yang dibuat Kang Mijek salah satunya terletak pada penggunaan bahan baku. Ia memanfaatkan berbagai barang bekas, seperti styrofoam, kardus, kemasan paket bekas, hingga sisa kulit jok untuk diolah menjadi kostum karakter bernilai seni.
Proses pembuatannya diawali dengan pelanggan menyerahkan konsep atau sketsa karakter yang diinginkan. Setelah desain disepakati, pengerjaan dilanjutkan melalui sejumlah tahapan, mulai dari memilih bahan, memotong, merakit, hingga finishing.
Material yang digunakan pun menyesuaikan kebutuhan desain, di antaranya fiber, styrofoam, lem, dan busa EVA.
Untuk kostum dengan tingkat kerumitan tinggi, waktu pengerjaannya bisa mencapai dua hingga tiga minggu. Sementara harga ditentukan berdasarkan tingkat kesulitan serta bahan yang digunakan.
“Untuk satu kostum berbahan dasar barang bekas dan tingkat kerumitan tinggi, proses pengerjaan membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga minggu. Sedangkan untuk masalah harga menyesuaikan tingkat kesulitannya. Kalau yang ini karakteristik monster ada tengkoraknya sekitar Rp1,2 juta,” jelasnya.
Baca juga :Β Sehari Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Kediri, Dipicu Pembakaran Sampah
Pesanan Kang Mijek kini tidak hanya datang dari wilayah Jombang. Sejumlah pelanggan dari daerah lain di Jawa Timur, seperti Mojokerto hingga Pasuruan, juga memesan kostum buatannya.
Lonjakan permintaan paling terasa saat memasuki musim perayaan kemerdekaan. Jika sebelumnya pesanan hanya datang sekitar tiga bulan sekali, kini dalam satu bulan ia bisa menerima dua hingga empat pesanan.
“Kalau kenaikannya sekitar 100 persen. Biasanya tiga bulan sekali ada pesanan, sekarang sebulan bisa dua sampai empat kali,” ungkapnya.
Untuk harga, kostum karakter sederhana dibanderol mulai Rp300 ribu. Sementara kostum berbahan EVA foam dapat mencapai Rp3 juta, bergantung pada tingkat kerumitan desain yang dipesan.
Meningkatnya jumlah pesanan tersebut turut mendongkrak omzet usaha Kang Mijek. Selama musim Agustusan, pendapatannya disebut bisa mencapai sekitar Rp4 juta dalam sebulan.
“Selama musim Agustusan, untuk omzetnya bisa mencapai sekitar 4 jutaan dalam sebulan,” katanya.
Momentum HUT ke-81 RI menjadi peluang tersendiri bagi pelaku usaha kreatif lokal. Selain meningkatkan pendapatan, tingginya permintaan terhadap kostum karakter berbahan daur ulang menunjukkan bahwa kreativitas dalam mengolah barang bekas memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.
Kang Mijek pun membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin belajar membuat kostum karakter. Ia bahkan mempersilakan siapa saja yang serius belajar untuk datang langsung ke rumahnya.
“Jika ada yang ingin belajar membuat kostum, boleh mampir ke rumah dan yang penting benar-benar belajar mulai awal prosesnya. Saya lebih senang, karena ilmu yang aku punya bisa bermanfaat buat orang lain, dan bahkan bisa menjadi pelaku usaha pengrajin kreatif seperti saya,” pungkasnya.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





