Kediri, LINGKARWILIS.COM β Dua peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Kediri pada Kamis (30/7/2026). Kedua kejadian tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi, sehingga api merembet ke bangunan di sekitarnya.
Kebakaran pertama terjadi di sebuah rumah warga di Dusun Mukuh, Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul. Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan di dekat dapur rumah tanpa pengawasan.
Percikan api kemudian menyambar kandang ayam dan dapur rumah. Kondisi cuaca kemarau yang disertai angin membuat kobaran api dengan cepat membesar.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Khaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan petugas Damkar Pos Pare mengerahkan dua unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter beserta enam personel untuk menangani kebakaran tersebut.
Baca juga :Β Pucuk Pimpinan Polres Kediri Berganti, AKBP Dr. Mohamad Wahyudin Resmi Gantikan AKBP Bramastyo Aji
“Petugas berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar dua jam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sedangkan kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta,” ujarnya.
Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di gudang penyimpanan kayu milik SD Negeri Krecek 3, Kecamatan Badas.
Gudang yang berisi bangku-bangku bekas tersebut diduga terbakar akibat percikan api dari aktivitas pembakaran sampah di belakang area sekolah.
Menurut Khaleb, api dengan cepat membesar hingga menghanguskan gudang. Guru dan warga sekitar sempat berupaya memadamkan kobaran api sebelum akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Karena pembakaran sampah dilakukan pada siang hari, percikan api merembet ke gudang kayu hingga api membesar. Warga kemudian menghubungi Damkar Pos Pare,” jelasnya.
Dua unit mobil pemadam kembali diterjunkan ke lokasi dan berhasil mengendalikan api sebelum merambat ke ruang kelas maupun rumah warga yang berada di sekitar sekolah.
Baca juga :Β Dinkop UMTK Kota Kediri Gelar Counseling Career 2026, Peserta Berkesempatan Langsung Direkrut Perusahaan
Khaleb menuturkan, saat kebakaran terjadi para guru masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Awalnya mereka mengira kepulan asap berasal dari pembakaran sampah yang memang kerap dilakukan di sekitar lokasi.
“Api berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga tidak menjalar ke ruang kelas maupun permukiman warga. Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” pungkasnya.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





