Jombang, LINGKARWILIS.COM β Sebanyak 11 kepala desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, memilih Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sebagai tujuan wisata tahunan paguyuban mereka. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menjawab rasa penasaran terhadap pembangunan ibu kota baru Indonesia yang selama ini hanya mereka lihat melalui pemberitaan.
Rombongan berangkat pada Selasa (9/6/2026) dan menghabiskan waktu selama dua malam di kawasan IKN. Seluruh biaya perjalanan, yang diperkirakan mencapai Rp100 juta, berasal dari kas paguyuban dan dana pribadi para peserta tanpa menggunakan anggaran pemerintah.
Kepala Desa Banjarsari, Basyaruddin Saleh, mengatakan ide berkunjung ke IKN muncul secara spontan saat para kepala desa merencanakan agenda wisata bersama.
“Awalnya kami berdiskusi hendak berwisata ke mana. Akhirnya muncul kesepakatan untuk berkunjung ke IKN karena ingin melihat secara langsung seperti apa perkembangan ibu kota baru Indonesia,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Baca juga :Β Sebanyak 535 Jamaah Haji Jombang Tiba di Tanah Air, Bupati Warsubi Sambut dan Doakan Jadi Haji Mabrur
Menurut Basyaruddin, sebelumnya sempat muncul usulan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Namun, rasa ingin tahu terhadap IKN membuat seluruh anggota paguyuban sepakat memilih destinasi tersebut.
Ia menjelaskan, dana perjalanan diperoleh dari iuran rutin anggota paguyuban yang dikumpulkan setiap hari Rabu sebesar Rp200 ribu per orang. Kekurangan biaya kemudian ditambah menggunakan dana pribadi masing-masing kepala desa.
“Seluruh biaya perjalanan berasal dari kas paguyuban dan tambahan dana pribadi. Total kebutuhan perjalanan sekitar Rp100 juta,” jelasnya.
Selama berada di IKN, rombongan mengunjungi sejumlah lokasi yang menjadi ikon kawasan ibu kota baru. Di antaranya Titik Nol Nusantara, Plaza Seremoni, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Masjid Negara, hingga kawasan Istana Presiden.
Basyaruddin mengaku terkesan dengan konsep pembangunan dan penataan kawasan IKN. Menurutnya, perubahan kawasan hutan menjadi kota modern memberikan pengalaman tersendiri bagi rombongan.
Baca juga :Β Santri Asal Kediri yang Hilang Terseret Ombak Pantai Pangi Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia
“Kalau dari pandangan saya, arsitektur dan penataan kotanya sangat mengagumkan. Kawasan yang sebelumnya berupa hutan kini berkembang menjadi kota modern,” katanya.
Selain desain bangunan yang futuristis, ia juga menilai sistem penataan lingkungan di IKN cukup menarik. Kebersihan kawasan, tata ruang, hingga fasilitas penerangan jalan dinilai dirancang dengan konsep yang modern dan ramah lingkungan.
Menurutnya, salah satu momen yang paling berkesan adalah saat menikmati suasana senja di kawasan Titik Nol Nusantara dengan pemandangan perpaduan alam dan lampu-lampu kota.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi kenangan sekaligus menambah wawasan para kepala desa mengenai perkembangan pembangunan nasional.
“Kami datang semata-mata karena ingin melihat dan mengenal IKN secara langsung. Sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan di daerah, kami ingin mengetahui seperti apa ibu kota baru Indonesia,” pungkasnya.***
Reporter : Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





