Kericuhan Rombongan Diduga Perguruan Silat di Gudo Jombang, Dua Warga Terluka

Kericuhan Rombongan Diduga Perguruan Silat di Gudo Jombang, Dua Warga Terluka
Tangkapan layar video kericuhan diduga salah satu perguruan silat dengan warga di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Minggu (16/8/2026) dini hari (Saha)

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Kericuhan terjadi di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Minggu (16/8/2026) dini hari. Rombongan yang diduga berasal dari salah satu perguruan silat terlibat bentrokan dengan warga hingga memasuki kawasan permukiman.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB tersebut mengakibatkan sejumlah kendaraan dan rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, dua warga dilaporkan mengalami luka akibat bentrokan.

Kepala Desa Plumbon Gambang Nur Wakit mengatakan, kejadian bermula ketika sejumlah warga pulang setelah menghadiri hiburan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI. Saat melintas di sekitar gapura desa, tiba-tiba terjadi keributan.

Sejumlah warga kemudian berlari menuju permukiman untuk meminta bantuan. Nur Wakit mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana awal kericuhan tersebut karena saat kejadian dirinya berada di rumah.

Baca juga :Β Sebanyak 3.000 Personel Disiagakan, Polres Jombang Matangkan Pengamanan Muktamar NU ke-35

“Saya tidak tahu persis awal kejadiannya karena waktu itu berada di dalam rumah. Setelah terdengar ribut-ribut, saya keluar dan ternyata sudah masuk ke dalam kampung,” ujar Nur Wakit, Minggu (16/8/2026) siang.

Menurutnya, rombongan yang datang diduga merupakan kelompok perguruan silat yang sebelumnya mengikuti kegiatan di wilayah Jombang. Jumlah rombongan tersebut disebut bertambah hingga diperkirakan mencapai ratusan sepeda motor dan sekitar tiga truk.

“Rombongan konvoinya memang terlihat seperti rombongan perguruan,” katanya.

Situasi kemudian semakin memanas setelah warga mendengar teriakan meminta pertolongan. Saat keluar rumah, warga mendapati sejumlah kendaraan diduga dilempari batu paving. Keributan pun berkembang menjadi bentrokan antara warga dengan rombongan tersebut.

“Warga akhirnya keluar dan memberikan perlawanan semaksimal mungkin. Situasinya sudah tidak terkontrol karena sudah masuk kampung dan menyerang warga,” jelasnya.

Akibat kejadian itu, sejumlah kendaraan dan fasilitas milik warga mengalami kerusakan. Sedikitnya dua sepeda motor rusak, sementara kaca mobil sedan dan kaca rumah warga pecah.

Baca juga :Β Slamet Sutanto Ajak Koperasi Kota Kediri Beradaptasi dan Naik Kelas di Era Digital

Di lokasi kejadian, warga juga menemukan pecahan botol yang diduga bekas minuman keras, batu serta benda yang menyerupai kembang api. Namun, mengenai asal dan keterkaitan benda-benda tersebut dengan kericuhan masih perlu dipastikan lebih lanjut.

“Kerusakan yang cukup parah ada dua motor dan satu kaca mobil sedan,” ungkap Nur Wakit.

Bentrokan tersebut juga menyebabkan dua warga mengalami luka. Didik Santoso dilaporkan mengalami luka pada tangan dan memar di bagian kepala. Sementara Ulum masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Aura Syifa.

“Yang diketahui mengalami luka ada dua orang, Didik Santoso dan Ulum. Didik sempat dibawa ke Sangkal Putung, sedangkan Ulum masih opname di Rumah Sakit Aura Syifa,” terangnya.

Pemerintah Desa Plumbon Gambang telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Koordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga dilakukan hingga sekitar pukul 06.00 WIB untuk memastikan situasi kembali kondusif.

Nur Wakit menegaskan, pemerintah desa menyayangkan adanya tindakan yang menyebabkan warga menjadi korban. Ia berharap aparat dapat menindaklanjuti kejadian tersebut dan memastikan peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Kami selaku pemerintah desa jelas tidak menerima kalau warga kami sampai menjadi korban. Karena itu, kejadian ini kami laporkan kepada pihak berwajib. Itu yang sangat saya sayangkan. Kenapa sampai masuk ke dalam kampung dan menyerang warga,” pungkasnya.***

Reporter: Taufiqur Rachman

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *